Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Melalan, Pesawat Sempat Delay 1,5 Jam

SENDAWAR, KALTIM PERS— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kutai Barat dalam sepekan terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Melalan, Sendawar.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan, Bernard R. Purba, mengatakan kabut asap menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara menurun dari kondisi ideal.

Menurut Bernard, jarak pandang ideal untuk mendukung aktivitas penerbangan berada di kisaran 10 kilometer. Namun, dalam beberapa hari terakhir jarak pandang berada di bawah kondisi tersebut akibat kabut asap.

“Jarak pandang ideal 10 kilometer, sekarang di bawah itu. Kabut asap akibat karhutla sejak seminggu ini mengganggu penerbangan,” kata Bernard.

Kondisi tersebut berdampak terhadap jadwal penerbangan. Meski demikian, hingga kini belum ada penerbangan yang dibatalkan akibat kabut asap.

Bernard menyebut gangguan yang terjadi sejauh ini berupa keterlambatan atau delay. Salah satu penerbangan bahkan mengalami keterlambatan hingga sekitar 1,5 jam karena mempertimbangkan kondisi jarak pandang.

“Belum ada cancel, hanya saja terjadi delay sekitar 1,5 jam,” ujarnya.

Pihak bandara terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang untuk memastikan operasional penerbangan tetap memenuhi aspek keselamatan.

Sementara itu, jumlah penumpang yang menggunakan layanan penerbangan melalui Bandara Melalan masih mengalami fluktuasi. Belum terlihat perubahan jumlah penumpang yang signifikan di tengah kondisi kabut asap yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Kabut asap menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan. Kondisi di lapangan akan terus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan penerbangan dari dan menuju Bandara Melalan.

(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *