Weekend di Kutai Barat, Pemancingan Berkah Sumber Bangun Tawarkan Sensasi Mancing Murah Tanpa Tiket Masuk

SENDAWAR, KALTIM PERS — Menghabiskan akhir pekan tidak selalu harus pergi jauh. Bagi warga Kutai Barat dan sekitarnya, Pemancingan Berkah di RT 4 Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana santai sambil memancing bersama keluarga atau teman.

Tempat pemancingan yang dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 Wita ini menyediakan empat kolam dengan berbagai ukuran. Dua kolam berukuran 10 x 20 meter, satu kolam berukuran 8 x 20 meter, dan satu kolam lainnya seluas 16 x 20 meter. Pengunjung dapat memancing ikan mas dan ikan nila yang telah tersedia di dalam kolam.

Salah satu daya tarik utama Pemancingan Berkah adalah tidak dikenakannya tiket masuk. Pengunjung hanya membayar ikan hasil tangkapan dengan harga sekitar Rp55.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di sejumlah lokasi pemancingan lain yang berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Peralatan memancing dibawa sendiri oleh pengunjung. Sementara itu, bagi yang membutuhkan umpan, pengelola menyediakan umpan berbahan pelet (bama) dan roti dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp10.000.

“Mulai ramai lagi yang datang memancing ke sini. Ada yang dari Lampung dan juga warga sekitar,” ujar Rohadi, pemilik Pemancingan Berkah, kepada Kaltim Pers, Sabtu (2/8/2026).

Lokasi pemancingan cukup mudah dijangkau. Dari Jalan Singa Nataguna, jalur utama Barong Tongkok–Sekolaq Darat, pengunjung masuk melalui Jalan Mayang. Dari ujung jalan tersebut tersedia akses khusus sekitar 100 meter menuju kolam yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rohadi menuturkan, usaha pemancingan yang dibangun sejak 2011 itu pernah menjadi perhatian publik hingga diliput TVRI Samarinda. Saat itu, Pemancingan Berkah sempat dikenal luas dan ramai dikunjungi masyarakat.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, lokasi ini telah dilengkapi area parkir bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski belum tersedia warung makan, pengelola menyediakan makanan ringan serta minuman seperti mi instan, kopi, dan teh bagi para pemancing yang ingin bersantai lebih lama. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *