Jembatan Sungai Nabah di Empakuq Ambles, Kendaraan Roda Empat dan Enam Dialihkan

Papan nama perbaikan jembatan mulai 29 Agustus 2026. Ditargetkan selesai perbaikan seminggu kedepan. Roda empat dan enam dialihkan melintasi di Kampung Empas, Kecamatan Melak.

SENDAWAR, KALTIM PERS— Akses kendaraan roda empat dan roda enam yang melintasi Jembatan Sungai Nabah di Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, untuk sementara ditutup menyusul lantai jembatan yang ambles dan mengalami kerusakan.

Larangan melintas bagi kendaraan roda empat dan roda enam mulai diberlakukan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Kampung Empakuq, Bernadus, mengatakan pembatasan kendaraan dilakukan sebagai langkah pengamanan selama proses penanganan dan perbaikan jembatan berlangsung.

Kerusakan terjadi pada bagian lantai jembatan. Sejumlah bagian dilaporkan patah dan mengalami penurunan sehingga dinilai tidak aman untuk menahan beban kendaraan roda empat maupun kendaraan berat.

“Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu,” kata Bernadus. Penanganan dilakukan terhadap bagian lantai yang patah, antara lain dengan menggunakan rel sebagai penguat. Bagian konstruksi yang mengalami penurunan juga akan diperbaiki.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai waktu penyelesaian seluruh pekerjaan. Pemerintah Kampung Empakuq berupaya melakukan perbaikan secepatnya agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.

Selama penutupan, arus kendaraan roda empat dan roda enam dialihkan melalui Kampung Empas, Kecamatan Melak. Pengendara yang biasa menggunakan jalur Empakuq diminta menyesuaikan perjalanan dan mengikuti rute pengalihan.

Jembatan Sungai Nabah merupakan salah satu akses yang cukup padat. Jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat, tetapi juga dilalui kendaraan sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Kondisi jembatan yang menggunakan konstruksi kayu ulin dinilai membutuhkan penanganan lebih permanen. Pembangunan jembatan dengan konstruksi beton bertulang atau baja diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang mengingat tingginya mobilitas kendaraan dan pentingnya jalur tersebut bagi masyarakat.

Warga Muara Beloan Diminta Perhatikan Pengalihan

Informasi penutupan Jembatan Sungai Nabah juga diteruskan kepada masyarakat Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu.

Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, telah memerintahkan staf kampung untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat, terutama warga pemilik kendaraan roda empat.

Hal itu dilakukan karena warga Muara Beloan selama ini banyak menggunakan rute Muara Bunyut–Empakuq–Melak saat bepergian menuju Melak dan sekitarnya.

Rute tersebut menjadi salah satu pilihan warga karena jarak tempuh dinilai lebih dekat dan kondisi badan jalannya relatif lebih baik dibandingkan sejumlah jalur alternatif.

Dengan diberlakukannya larangan melintas, warga Muara Beloan yang menggunakan kendaraan roda empat diminta mengikuti pengalihan arus melalui Kampung Empas hingga Jembatan Sungai Nabah selesai diperbaiki dan dinyatakan aman untuk dilalui kembali.

Sementara bagi pengendara roda dua yang masih diperbolehkan melintas, pemerintah kampung mengimbau agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melewati jembatan yang mengalami kerusakan.(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *