SENDAWAR, KALTIM PERS – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Kutai Barat bersama sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional di Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (31/7/2026). Hasilnya, ketersediaan bahan pangan dinilai masih mencukupi, sementara harga berbagai komoditas terpantau relatif stabil.
Pemantauan dilakukan mulai pukul 09.00 Wita di Pasar Jaras dan Pasar Maleo Baru sebagai bagian dari upaya pengawasan rutin untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia serta mencegah terjadinya lonjakan harga.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Polres Kutai Barat, di antaranya Kasat Pol PP Kutai Barat Yustinus Giri, Kanit Idik II Satreskrim Polres Kutai Barat Ipda Hendra Sugian, Kabid Perdagangan Disperindagkop Oktarinus, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Petrus Husen, Ps. Kanit II Sat Intelkam Polres Kutai Barat Aipda Suryadi, serta personel Satreskrim, Sat Intelkam, dan jajaran Disperindagkop.
Dari hasil pengecekan di Pasar Jaras, harga minyak goreng tercatat Rp40.000 per dua liter, telur ayam Rp54.000 per piring, gula pasir Rp19.000 per kilogram, cabai Rp35.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, ayam potong Rp45.000 per kilogram, dan daging sapi Rp160.000 per kilogram.
Sementara itu, di Pasar Maleo Baru, harga minyak goreng tetap Rp40.000 per dua liter dan gula pasir Rp19.000 per kilogram. Telur ayam dijual Rp55.000 per piring, cabai merah besar Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000 per kilogram, ayam potong Rp50.000 per kilogram, sedangkan daging sapi tetap berada di angka Rp160.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil pemantauan, Satgas Pangan menyimpulkan bahwa stok berbagai kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, serta komoditas pangan lainnya, masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, belum ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan di kedua pasar tersebut. Kondisi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bahwa distribusi bahan pokok di Kabupaten Kutai Barat masih berjalan dengan baik.
Kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan maupun fluktuasi harga, terutama menjelang periode-periode yang berpotensi meningkatkan permintaan masyarakat.
(Humas Polres Kutai Barat)












