SENDAWAR, KALTIM PERS – Harga bahan bangunan berbahan plastik merangkak naik. Sejumlah warga yang ingin membangun atau renovasi rumah “Merogoh kocek dalam-dalam” (mengeluarkan banyak uang). Jenis barang bangunan yang naik, seperti pipa dan sejenisnya. Bahkan imbasnya juga mengalami kenaikan harga besi, cat, dan semen. Tak terkecuali bahan plastik lainnya.
Sementara Kubar mendatangkan dari Samarinda. Otomatis, jika harga di Samarinda naik pasti berimbas harga di Kubar.
”Awalnya barang-barang berbahan plastik, seperti pipa, tandon dan sejenisnya. Setelah itu menyusul kenaikan harga bahan bangunan lainnya,” kata Imam, pemilik Toko Bintang Raya, Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar.
Namun ada yang memprediksi, kenaikan harga material bangunan saat ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang memicu lonjakan harga barang impor, kenaikan biaya logistik/BBM, serta ketegangan geopolitik.
Dilaman kutairaya.com, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda Bidang Ekonomi, Marnabas menyebutkan bahwa, saat ini pihak pemerintah masih melakukan kajian, terkait kenaikan tersebut sebelum mengambil langkah kebijakan. “Kita masih investigasi kenapa harga plastik bisa naik setinggi ini. Kalau sekarang mungkin terasa pelan – pelan, tapi dalam jangka panjang pasti berdampak,” ujarnya.
Ia menilai, plastik memang bukan kebutuhan utama, namun kenaikannya tetap berpengaruh terhadap sektor usaha, khususnya UMKM. “Ini bukan kebutuhan pokok seperti cabai atau bawang, tapi tetap berdampak karena digunakan hampir di semua usaha,” katanya.
Di tingkat pelaku usaha, dampak kenaikan sudah mulai dirasakan. Junaidin, karyawan toko STP Suryanata Plastik di Jalan Suryanata, mengatakan harga plastik melonjak sejak awal Ramadan. “Awalnya sekitar Rp55 ribu per ikat, sekarang sudah Rp90 ribu. Naiknya pelan-pelan, tapi sekarang terasa sekali,” ujarnya.
Ia menerangkan, jika kenaikan tidak hanya terjadi pada plastik kresek, tetapi juga pada gelas plastik, wadah makanan, hingga kertas nasi. “Yang paling terasa plastik kresek. Dari Rp12 ribu bisa jadi Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per paket,” jelasnya. Hal serupa disampaikan Ilham, karyawan toko plastik CV. Lancar di Jalan Perniagaan. Ia menyampaikan, kenaikan harga dipicu oleh naiknya bahan baku plastik, yang sebagian besar masih impor.(rud/KP)












