MAHULU, KALTIM PERS- Daerah Aliran Sungai (DAS) mahakam menyempit dan dangkal, dampak kemarau. Kapal motor hanya bisa bertahan di perairan Kampung Jelemuq, Kecamatan Tering, Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Dilanjutkan, angkutan bahan pokok berganti speedboat dan jalur darat, meski volume terbatas.
Prediksi tahun sebelumnya, Juli hingga September terjadi kemarau. DAS menjadi dangkal dan penyempitan sungai.Kemudian, November hingga Januari musim penghujan hingga terjadi banjir. Namun fenomena alam ini, terjadi tergantung kondisi nanti.
Perjalanan hingga Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) ditempuh waktu 4-5 jam atau 78 km dari Kecamatan Tering, Kubar. ”Ini kalau kondisi kemarau. Kalau hujan sulit dilintasi,” kata warga Mahulu. Sedangkan ke ibu kota kabupaten Mahulu di Kecamatan Long Bagun dari Long Hubung-Laham sekitar 76 km. Akses yang terbata ini. Tidak saja akan menaikkan harga bahan pokok. Melainkan, harga transportasi.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan menyebutkan, kenaikan harga BBM dan beras, Angela Idang Belawan menjelaskan dari hasil pemantauan di lapangan, meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, nilainya masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
“Memang terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, tetapi masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Pemerintah akan terus berupaya agar harga tidak mengalami lonjakan signifikan,”kata Angela. (rud/KP)












