SENDAWAR, KALTIM PERS – Harus diwujudkan pemasangan tegangan menengah dan pendirian tiang listrik PLN hingga ke Kampung Tanjung Pagar, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Sangat mendesak dan akan melakukan aksi masa jika diabaikan pembangunannya di tahun 2026.
Tingginya komitmen warga, bagian dari kampung terisolir di era kemerdekaan ini dengan melakukan aksi gotong royong ratusan warga, dilakukan beberapa hari hingga Kamis 16 Juli 2026. Aksi sosial dengan bergotong royong ini dipimpin Kepala Kampung Tanjung Pagar Azis Maulana. Menyertakan, lembaa adat, BPK, ketua RT, tokoh masyarakat dan pemuda. Biar lebih cepat mengerahkan handtraktor memudahkan merebahkan semak belukar menutup badan jalan akses sekitar 5 km dari Muara Beloan ke Tanjung Pagar.Kepala Kampung Tanjung Pagar Azis Maulana menegaskan, agar PT PLN (persero) UP2K Kaltim mewujudkan pembangunan listrik pada 2026. Terkhusus Pemkab Kubar atau Gubernur Kaltim juga dapat mengalokasikan peningkatan badan jalan akses Tanjung Pagar-Muara Beloan pada tahun 2026. “Termasuk semenisasi dan pembangunan jembatan di Sei Sejelawat. Karena akes jalan ini selain untuk jaringan listrik PT PLN juga lintasan warga ke ibu kota kabupaten,” tegas Azis.Selama ini ungkap mantan Ketua BPK Tanjung Pagar, warga harus mengeluarkan biaya besar membawa hasil perikanan ke pasar di ibu kota kabupaten. Seperti ke Melak, Barong Tongkok dan sekitarnya. “Biayanya kalau jalur Sungai Mahakam menggunakan perahu ketinting menghabiskan biaya BBM sekitar Rp300 ribu. Kalau darat hanya Rp30 ribu. Ini ketika jalan itu mulus beberapa tahun lalu,” ungkapnya. Karena badan jalan rusak dan tertutup semak belukar, maka jalan darat dihentikan. Warga beralih jalur Sungai Mahakam. Biayanya jauh lebih mahal. Termasuk kesulitan membawa rujukan warga sakit. (rud/KP)












