SENDAWAR, KALTIM PERS – Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6 tidak hanya menjadi ajang bagi para pencinta olahraga motor trail. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu, 18 Juli 2026, itu juga menjadi sarana promosi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan JAM Series telah berkembang menjadi agenda wisata olahraga atau sport tourism yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah.
Tahun ini, sekitar 40 klub trail dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Ibu Kota Nusantara, Mahakam Ulu, hingga Kutai Barat mengikuti kegiatan yang menjadi pembuka Festival Luuq Melapeh 2026 tersebut.
Menurut Sumardi, kehadiran para peserta memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah ikut bergerak selama kegiatan berlangsung.
“JAM Series bukan hanya tentang hobi atau olahraga otomotif. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Kutai Barat kepada peserta dari berbagai daerah,” ujar Sumardi.
Ia menilai pengalaman para peserta selama berada di Linggang Melapeh dapat menjadi promosi efektif bagi pariwisata daerah. Para rider diharapkan membagikan pengalaman mereka kepada komunitas masing-masing sehingga semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung ke Kutai Barat.
“Kami berharap setiap peserta menjadi duta promosi wisata. Ketika mereka menceritakan keindahan alam dan budaya Kutai Barat, itu menjadi promosi yang sangat bernilai bagi daerah,” katanya.
Dinas Pariwisata Kutai Barat juga mengapresiasi panitia yang memadukan kegiatan olahraga dengan aksi sosial berupa penyaluran paket sembako kepada warga. Menurut Sumardi, pengembangan pariwisata harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkab Kutai Barat akan terus mendorong kegiatan berbasis alam, budaya, dan olahraga sebagai bagian dari strategi meningkatkan kunjungan wisatawan.
Festival Luuq Melapeh dan JAM Series dinilai menjadi contoh kolaborasi antara potensi alam, budaya, komunitas, dan pelaku usaha yang dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperluas promosi Kutai Barat sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur. (Man/Adv/Diskominfo Kubar)












