Hukum  

Remaja Asal Ngenyan Asa Tenggelam di Sungai Mahakam Benangaq, Ditemukan Meninggal Dunia

SENDAWAR, KALTIM PERS– Seorang remaja berusia 17 tahun, Sinyang, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, Kampung Muara Benangaq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika Sinyang bersama dua temannya, Cristian Heli (15) dan Necky (16), datang ke Kampung Muara Benangaq untuk bermain dan berenang di Sungai Mahakam.

Berdasarkan keterangan saksi, ketiganya sempat berenang ke bagian tengah sungai. Saat hendak kembali ke tepi, Sinyang tidak terlihat muncul ke permukaan.

Kedua temannya kemudian berupaya mencari korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kampung.

Mendapat laporan tersebut, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Barat langsung menuju lokasi. Tim yang dipimpin Ipda Suyanto melakukan pencarian bersama warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Korban Ditemukan Setelah Pencarian

Kasat Polairud Polres Kutai Barat Iptu Hariyadi mengatakan, personel langsung diterjunkan setelah menerima laporan adanya warga yang tenggelam.

“Personel kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Korban berhasil dievakuasi dan diserahkan ke pihak rumah sakit. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait,” ujar Hariyadi.

Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan sekitar pukul 19.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Harapan Insan Sendawar untuk menjalani pemeriksaan atau visum.

Sinyang diketahui merupakan warga Kampung Ngenyan Asa RT 10, Kecamatan Barong Tongkok.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya kerugian material.

Polisi Imbau Warga Waspada

Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai.

Polisi juga mengingatkan agar warga tidak berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, mengingat kondisi arus dan kedalaman sungai dapat berubah sewaktu-waktu.

Kepolisian mengajak orangtua untuk mengawasi aktivitas anak-anak ketika bermain atau melakukan kegiatan di kawasan perairan guna mencegah kejadian serupa terulang.(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *