SENDAWAR, KALTIM PERS – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah di Pondok Pesantren Assalam, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (4/7).
Dalam kegiatan tersebut, Menag didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Peletakan batu pertama itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Pembangunan gedung madrasah diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di Kutai Barat.
Prosesi diawali dengan doa bersama yang diikuti para tamu undangan. Doa dipanjatkan agar pembangunan gedung madrasah berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi para santri maupun masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Assalam, KH Arif Heri Setiawan, mengatakan pembangunan gedung madrasah merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh keluarga besar pesantren.
Menurut dia, keberadaan gedung baru akan mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sehingga pelayanan kepada para santri dapat semakin optimal.
“Semoga dengan iringan doa dari seluruh masyarakat, pembangunan gedung madrasah ini dapat segera terwujud dan selesai sesuai harapan,” kata Arif.
Ia juga berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Kami memohon doa dan dukungan anggaran dari Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bapak Gubernur, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Kami sangat berharap pembangunan gedung ini dapat terus berlanjut hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh para santri,” ujarnya.

Kehadiran Menteri Agama bersama Gubernur Kalimantan Timur dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dinilai mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan Islam.
Usai prosesi utama, Menag, Gubernur Kalimantan Timur, dan Bupati Kutai Barat secara bergantian meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan gedung madrasah. Prosesi tersebut disaksikan para santri, pengurus pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Pondok Pesantren Assalam berharap pembangunan gedung madrasah dapat segera rampung sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar, memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, serta mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia.












