SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat meluncurkan Program GEMILANG (Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang) sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kemasyarakatan.
Program tersebut diluncurkan di Sendawar, Senin (13/7/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kutai Barat, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, tenaga kesehatan, kader Posyandu, camat, serta petinggi kampung.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Nyoman Mahardika, mengatakan stunting masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Gerakan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kemitraan yang kuat. Pencegahan juga harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bukan hanya ketika bayi telah lahir,” ujar Nyoman.
Ia menjelaskan, Program GEMILANG akan menjalankan sejumlah intervensi, mulai dari edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan kualitas layanan Posyandu, hingga pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Pada tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan menyasar 10 Posyandu sebagai lokasi pelaksanaan.
Perwakilan Yayasan doctorSHARE, Dedi Saputra, mengatakan Program GEMILANG merupakan hasil kolaborasi antara doctorSHARE dan Bayan Resources melalui program Bayan Peduli untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kutai Barat.

Menurut Dedi, program akan berlangsung selama dua tahun, mulai 2026 hingga Mei 2028. Kegiatan yang dilakukan meliputi penguatan kapasitas Posyandu, kelas ibu hamil, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kader Posyandu, skrining ibu hamil menggunakan layanan mobile USG, dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, monitoring berbasis masyarakat, hingga pelayanan Rumah Sakit Kapal.
“Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kampung, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Dedi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani mengatakan Program GEMILANG menjadi bentuk sinergi berbagai pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.
Ia menegaskan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, hingga Desember 2025 terdapat 804 balita terindikasi stunting dari 6.537 balita yang telah diukur. Kasus tersebut tersebar di 194 kampung pada 16 kecamatan sehingga belum ada satu pun kampung yang dinyatakan bebas stunting.
“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang telah menghadirkan Program GEMILANG sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Barat,” ujar Nanang.
Ia berharap Program GEMILANG dapat menjadi model kolaborasi yang diperluas ke seluruh kecamatan sekaligus memperkuat peran pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting.(Ars/Adv-DiskominfoKubar)












