Pemprov Siapkan RSUD Tipe B di Bongan, Warga Tak Lagi Tempuh Ratusan Kilometer untuk Berobat

SENDAWAR, KALTIM PERS— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Kehadiran rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut diharapkan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah barat Kalimantan Timur, termasuk warga Kutai Barat, pedalaman Kutai Kartanegara, hingga Kabupaten Mahakam Ulu.

RSUD Tipe B itu dirancang sebagai rumah sakit rujukan dengan kapasitas sedikitnya 200 tempat tidur. Selain memiliki fasilitas yang lebih lengkap, rumah sakit juga akan dilengkapi berbagai peralatan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bongan, Kristianto Hari Setiono, mengatakan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 115 hektare untuk mendukung pembangunan kawasan pelayanan terpadu. Kawasan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi rumah sakit, tetapi juga akan diintegrasikan dengan pembangunan kantor kepolisian sektor (Polsek), komando rayon militer (Koramil), serta pusat pengembangan ekonomi kreatif.

“Harapannya, pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bongan ikut terdorong. Koperasi Merah Putih maupun Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) juga akan berkembang seiring hadirnya aktivitas rumah sakit yang terintegrasi,” kata Kristianto.

Menurut dia, sejumlah perusahaan pemegang konsesi lahan di Kecamatan Bongan telah memberikan izin pemanfaatan kawasan untuk mendukung pembangunan RSUD terpadu tersebut.

Rencana pembangunan rumah sakit di Bongan disambut positif masyarakat. Warga mengaku telah lama menantikan hadirnya fasilitas kesehatan yang memadai. Sebelumnya, pembangunan rumah sakit sempat direncanakan di Bongan, namun kemudian dialihkan ke wilayah Bekokong. Hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi.

Salah seorang warga, Nasir, mengatakan selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer menuju Melak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Sementara jika harus dirujuk ke Kutai Kartanegara atau Samarinda, jarak yang ditempuh mencapai lebih dari 200 kilometer.

Selain jarak yang jauh, biaya transportasi juga menjadi beban bagi masyarakat. Menurut Nasir, biaya penggunaan ambulans menuju Samarinda dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta untuk sekali perjalanan, belum termasuk ongkos kembali dan biaya pengobatan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. H. Jaya Mualimin, mengatakan pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,7 miliar pada tahap awal untuk penyusunan studi kelayakan (feasibility study), detail engineering design (DED), dan masterplan pembangunan rumah sakit.

Menurut Jaya, penyusunan dokumen perencanaan semula dijadwalkan dilakukan pada tahun lalu. Namun, proses tersebut tertunda karena persoalan penyediaan lahan.

“Total kebutuhan anggaran pembangunan RSUD hingga selesai beserta fasilitas pendukung dan peralatan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar,” ujarnya.

Apabila terealisasi, RSUD Tipe B di Bongan diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan baru di kawasan perbatasan Kutai Barat yang juga berbatasan dengan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memperpendek akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.(ton/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *