SAMARINDA, KALTIM PERS — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperkuat upaya pengembangan ekonomi kampung melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergi Pengembangan Ekosistem Desa antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara).
Kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (12/8/2026). Pemkab Kutai Barat diwakili Plt. Kepala DPMK Kutai Barat Erlinsiana, sedangkan Bankaltimtara diwakili Kepala Cabang Sendawar Sayid Mohammad Hasan.
Mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Asisten II Setda Provinsi Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan perekonomian desa melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, BUMDes, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya penguatan BUMDes agar mampu berkembang secara profesional, inovatif, dan produktif. Selain itu, digitalisasi transaksi serta perluasan akses layanan perbankan bagi masyarakat desa dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat kampung.
Sementara itu, Sekda Kutai Barat Erik Victory menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi dengan Bankaltimtara menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi kampung melalui optimalisasi BUMDes sekaligus membuka akses layanan keuangan yang dapat mendukung aktivitas usaha masyarakat.
“Melalui kolaborasi, inovasi, dan optimalisasi potensi lokal, kita berharap ekonomi kampung di Kutai Barat semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Erik.
Kepala DPMPD Provinsi Kaltim Siti Sugiyanti mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 180 BUMDes dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Khusus Kutai Barat, sebanyak 21 BUMDes turut bergabung dalam kemitraan tersebut.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, mendorong digitalisasi transaksi, memperluas kemitraan, serta membuka akses pasar bagi produk dan layanan BUMDes.
Dengan dukungan tersebut, BUMDes diharapkan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian kampung.
(Ars/Adv-DiskominfoKubar)












