SENDAWAR, KALTIM PERS— Panen kelapa muda di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menurun akibat kemarau yang berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 hingga Oktober 2026. Kondisi ini dirasakan petani di Kecamatan Linggang Bigung, Nyuatan, Barong Tongkok, dan Sekolaq Darat. Minimnya air membuat pertumbuhan buah terganggu sehingga banyak kelapa rontok atau membusuk sebelum dipanen.
Ilham, pembeli kelapa muda asal Kecamatan Melak, mengatakan penurunan hasil panen membuat pasokan kelapa muda semakin terbatas. “Banyak petani merugi sebelum dipanen. Banyak buah yang rontok atau membusuk,” kata Ilham kepada media ini, Minggu (4/10/2026). Menurut dia, kemarau panjang membuat tanaman kelapa kekurangan air sehingga produksi dan kualitas buah ikut menurun.
Terbatasnya pasokan juga berdampak pada pedagang es kelapa muda di sejumlah kecamatan. Sebagian pedagang kesulitan mendapatkan kelapa muda dalam jumlah cukup, bahkan ada yang menghentikan sementara usahanya. “Bagaimana mau jual es kelapa muda kalau stok kelapa mudanya tidak ada,” ujar seorang pedagang di Melak.
Selain faktor kemarau, jumlah pohon kelapa produktif juga berkurang akibat pembangunan rumah dan permukiman. Kondisi tersebut antara lain terjadi di Kampung Sri Mulyo, Sumber Bangun dan sekitarnya di Kecamatan Sekolaq Darat, serta Kampung Sumber Sari dan Rejo Basuki di Kecamatan Barong Tongkok. Berkurangnya pohon produktif ditambah kemarau berpotensi membuat pasokan kelapa muda semakin terbatas bagi petani dan pelaku usaha. (rud/KP)












