JAKARTA, KALTIM PERS— Penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Masyarakat diingatkan memperkuat pola hidup sehat dan membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak (GGL) untuk menekan risiko komplikasi penyakit, termasuk stroke dan penyakit kardiovaskular.
Pesan tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam puncak peringatan Patient Safety Day 2026 di Lippo Village Main Campus Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (1/10/2026). Dalam kegiatan bertema Prevent Non-Communicable Diseases, Protect Lives itu, Taruna menekankan bahwa penanganan PTM tidak cukup hanya dilakukan setelah seseorang jatuh sakit, tetapi perlu mengutamakan langkah promotif dan preventif.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi hipertensi mencapai 30,8 persen pada penduduk berusia 18 tahun ke atas, diabetes 11,7 persen pada penduduk usia 15 tahun ke atas, dan obesitas 23,4 persen pada penduduk berusia di atas 18 tahun. BPOM juga menyoroti pentingnya keamanan penggunaan obat melalui pemantauan setelah obat beredar (post-market), termasuk pemanfaatan sistem e-MESO untuk melaporkan dugaan efek samping obat.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta secara langsung serta ribuan peserta melalui daring itu juga menyasar mahasiswa sebagai kelompok strategis dalam membangun budaya keselamatan pasien. BPOM berharap kesadaran masyarakat berkembang dari sekadar memastikan produk dan penggunaannya aman menuju terciptanya hasil pelayanan kesehatan yang aman, sehingga pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini dan risiko komplikasi dapat ditekan.(rud/KP)












