Karhutla Berdampak Luas, BDR di Kutai Barat Diperpanjang hingga 5 September

SENDAWAR, KALTIM PERS— Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kabupaten Kutai Barat semakin meluas. Tidak hanya membatasi aktivitas transportasi sungai dan mengganggu penerbangan, kondisi tersebut juga berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar.

Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi sekolah yang masih terdampak kabut asap diperpanjang hingga 5 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengatakan kebijakan tersebut khusus diberlakukan bagi sekolah yang wilayahnya masih terdampak.

“BDR masih diperpanjang sampai 5 September 2026 untuk sekolah yang masih terdampak,” kata Kamius.

Kabut asap akibat karhutla sebelumnya juga menyebabkan aktivitas transportasi sungai menjadi terbatas karena jarak pandang terganggu. Sementara operasional penerbangan di Bandara Melalan juga sempat dihentikan akibat kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Sekolah di wilayah yang tidak lagi terdampak dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.

(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *