Pemkab Kubar Luncurkan GEMILANG, Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat meluncurkan Program GEMILANG atau Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang sebagai langkah memperkuat percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Peluncuran program berlangsung di Sendawar, Senin, 13 Juli 2026, dan dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kutai Barat, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, tenaga kesehatan, kader Posyandu, camat, serta petinggi kampung.

Wakil Bupati Nanang Adriani menegaskan, stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Berdasarkan data Pemkab Kutai Barat hingga Desember 2025, sebanyak 804 dari 6.537 balita yang diukur terindikasi stunting. Kasus tersebut tersebar di 194 kampung pada 16 kecamatan sehingga belum ada kampung yang dinyatakan bebas stunting.

“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Nanang.

Ia mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang menghadirkan Program GEMILANG sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kutai Barat.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Nyoman Mahardika, mengatakan pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan dan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

Program GEMILANG akan menjalankan sejumlah intervensi, antara lain edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan layanan Posyandu, serta pendampingan ibu hamil dan balita. Pada tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan menyasar 10 Posyandu.

Perwakilan doctorSHARE, Dedi Saputra, menjelaskan program akan berlangsung hingga Mei 2028. Kegiatannya meliputi penguatan kapasitas Posyandu, kelas ibu hamil, skrining melalui layanan mobile USG, dukungan gizi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kader, pemantauan berbasis masyarakat, serta pelayanan Rumah Sakit Kapal.

Nanang berharap GEMILANG dapat menjadi model kolaborasi yang dikembangkan ke seluruh kecamatan guna mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting. (Ars/Adv-Diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *