Camat Muara Pahu Minta 12 Kampung Waspadai Risiko Longsor dan Kebakaran

SENDAWAR, KALTIM PERS — Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, meminta seluruh jajaran pemerintahan kampung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor dan kebakaran di wilayah Kecamatan Muara Pahu, Kalimantan Timur.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya potensi perubahan kondisi cuaca serta sejumlah wilayah yang dinilai memiliki kerentanan terhadap bencana, terutama kampung-kampung yang berada di tepian Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu.

Mauliddin meminta Kepala Seksi Trantibum, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan, serta jajaran terkait segera berkoordinasi dengan kepala kampung, ketua RT, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), dan kepala adat.

Koordinasi itu dilakukan untuk menginventarisasi kondisi enam kampung yang berada di kawasan tepian sungai serta mengidentifikasi kemungkinan terjadinya longsor.

“Segera memberitahukan kepada kepala kampung, RT, BPK, dan kepala adat untuk menginventarisasi enam kampung di tepi Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu serta melaporkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi longsor,” ujar Mauliddin dalam imbauannya, Sabtu (22/8/2026).

Ia secara khusus meminta kewaspadaan ditingkatkan di sejumlah lokasi, termasuk Tanjung Laong dan Sebelang yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

Menurut Mauliddin, risiko bencana perlu diantisipasi karena perubahan kondisi cuaca dapat meningkatkan potensi longsor. Ia juga mengingatkan bahwa sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui adanya perubahan atau retakan struktur tanah di sekitar maupun di bawah rumah mereka.

“Marilah kita mengingatkan masyarakat dan melakukan deteksi serta mitigasi bencana,” katanya.

Belajar dari kejadian di Melak

Mauliddin juga menyinggung kejadian di Kampung Ma. Bunyut, Kecamatan Melak. Menurut dia, ketidaktahuan pemilik rumah terhadap kondisi lingkungan menyebabkan kerugian harta benda yang cukup besar.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda potensi bencana yang sudah muncul sebelumnya.

“Kadang-kadang masyarakat tidak peduli dan tidak mengetahui bahwa risiko sudah di depan mata,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah kecamatan meminta seluruh kampung di Muara Pahu bersikap proaktif dalam menyampaikan informasi dan peringatan kepada masyarakat.

Selain ancaman longsor di kawasan tepian sungai, Mauliddin mengingatkan potensi kebakaran dan longsor di wilayah daratan.

Sejumlah kampung seperti Gunung Bayan, Dasak, Peninggir, dan Jerang Melayu juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kedua jenis bencana tersebut.

“Di Kecamatan Muara Pahu ada 12 kampung. Kita harus kooperatif untuk segera memberitahukan dan menginstruksikan kepada kampung-kampung agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” kata Mauliddin.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, tokoh adat, dan masyarakat dapat diperkuat sehingga potensi bencana dapat dideteksi lebih dini dan risiko kerugian dapat diminimalkan. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *