SENDAWAR, KALTIM PERS – Langkah 45 pelajar terpilih menuju tugas kehormatan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mulai memasuki tahap penting. Mereka kini menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.
Pemusatan dibuka di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan intensif menjelang pelaksanaan upacara peringatan 17 Agustus mendatang.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Barat menjadi perangkat daerah yang mengoordinasikan proses pembinaan para calon Paskibraka. Tidak hanya mempersiapkan kemampuan fisik dan keterampilan baris-berbaris, Kesbangpol juga merancang pembekalan yang diarahkan pada pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, dan kepemimpinan peserta.
Mewakili Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Kepala Kesbangpol Kutai Barat Suwito menegaskan bahwa Paskibraka tidak sebatas kelompok pelajar yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pada upacara kemerdekaan.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari kaderisasi generasi muda agar memiliki karakter Pancasila, jiwa nasionalisme, serta kesiapan menjadi calon pemimpin bangsa. “Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan sekadar mempersiapkan petugas pengibar bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, Program Paskibraka merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila,” ujar Suwito.
Selama mengikuti pemusatan, para peserta akan menjalani latihan fisik, pembentukan kedisiplinan, dan Peraturan Baris-Berbaris. Latihan itu diperlukan untuk membangun ketahanan tubuh, keseragaman gerakan, ketepatan waktu, serta kekompakan saat menjalankan tugas di lapangan.Namun, pembinaan tidak berhenti pada kemampuan teknis.
Kesbangpol juga memberikan materi kepaskibrakaan, pendidikan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, hingga literasi digital. Pembekalan tersebut dirancang agar peserta memahami nilai-nilai yang melekat dalam tugas Paskibraka. Mereka diharapkan tidak hanya mampu tampil baik saat upacara, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dalam penyampaian materi, Kesbangpol Kutai Barat melibatkan sejumlah instansi sesuai bidang keahlian masing-masing. Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Barat memberikan pembekalan literasi digital, sedangkan Kodim 0912/Kutai Barat menyampaikan materi mengenai ketahanan nasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta terhadap tantangan generasi muda saat ini. Literasi digital dinilai penting agar para calon Paskibraka mampu menggunakan media sosial secara bijak, menyaring informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dapat memecah persatuan.
Sementara itu, materi ketahanan nasional diarahkan untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Suwito meminta seluruh peserta mengikuti proses pemusatan dengan sungguh-sungguh. Setiap latihan dan materi yang diberikan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun solidaritas antarpeserta.
“Jadikan kesempatan ini sebagai wadah untuk mengasah karakter, memperkuat mental, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan,” pesannya.
Setelah melalui proses seleksi, 45 calon Paskibraka tersebut akan terus menjalani rangkaian latihan hingga memasuki tahapan pengukuhan dan pelaksanaan tugas. Di balik ketegasan gerakan dan keseragaman langkah, mereka sedang dipersiapkan untuk membawa pesan yang lebih besar: disiplin, persatuan, tanggung jawab, dan kecintaan kepada Indonesia. (Adv/Diskominfo Kubar)












