Gedung Baru SD di Bongan Jadi Penanda Transformasi Pendidikan Berkelanjutan di Kutai Barat

Peresmian gedung baru sekolah di Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani usai membuka Pelatihan Education for Sustainable Development (ESD) dan Whole School Approach (WSA) bagi guru sekolah dasar, Rabu (22/7/2026).

SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat meresmikan gedung baru sekolah di Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan, bersamaan dengan pembukaan Pelatihan Education for Sustainable Development (ESD) dan Whole School Approach (WSA) bagi guru sekolah dasar, Rabu, 22 Juli 2026.

Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditopang pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kompetensi tenaga pendidik. Peresmian dilakukan Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani yang kemudian membuka pelatihan diikuti guru sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kutai Barat.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kamius Junaidi, Camat Bongan, Forkopimcam, petinggi kampung, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta narasumber. Nanang mengatakan pembangunan gedung sekolah harus diikuti perubahan cara belajar dan budaya sekolah. Menurut dia, pendidikan saat ini dituntut mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan konsep Education for Sustainable Development perlu diterapkan melalui Whole School Approach, yakni melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari kurikulum, pengelolaan lingkungan, hingga partisipasi orang tua dan masyarakat.

“Konsep ini tidak cukup diajarkan sebagai teori di ruang kelas. Harus diwujudkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari sehingga sekolah menjadi lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan inspiratif,” kata Nanang.

Menurut dia, hasil pelatihan diharapkan segera diterapkan di sekolah masing-masing sehingga mampu mendorong perubahan budaya belajar. Pemerintah daerah juga meminta para guru memperkuat kolaborasi untuk menyusun program pembelajaran yang lebih inovatif dan berdampak bagi peserta didik.

Nanang menilai guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. “Mengajar bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan dibawa peserta didik hingga dewasa,” ujarnya.

Pelatihan ESD dan WSA menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperkuat kualitas pendidikan dasar sekaligus mendorong terwujudnya sekolah yang adaptif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. (Adv/Diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *