Petani dan Nelayan Kubar Didorong Serap Inovasi dari PENAS XVII Gorontalo

Wabup Nanang Adriani (sembilan kanan) meninjau peserta PENAS Kubar di pemondokan Gorontalo, Jumat, 19 Juni 2026.

GORONTALO, KALTIM PERS – Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani meminta petani dan nelayan daerah memanfaatkan keikutsertaan dalam Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo sebagai ruang belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 itu diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Perwakilan Kutai Barat diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Pesan tersebut disampaikan Nanang saat mengunjungi pemondokan peserta PENAS asal Kutai Barat di Kelurahan Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam kunjungan itu, Nanang didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kutai Barat Dewi Hairiah dan Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat Stepanus A. Samson.

Menurut Nanang, keikutsertaan dalam PENAS tidak hanya bertujuan menambah wawasan peserta. Ajang nasional tersebut juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi pertanian dan perikanan Kutai Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, bertukar pengalaman, serta membangun jaringan dengan petani dan nelayan dari berbagai daerah,” kata Nanang.

Ia berharap para peserta aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mencatat praktik-praktik terbaik, serta mengidentifikasi teknologi yang memungkinkan dikembangkan di Kutai Barat. Pengetahuan tersebut nantinya dapat dibagikan kepada kelompok tani dan nelayan di kampung masing-masing.

PENAS XVII dipusatkan di Desa Hepu Hulawa serta kawasan GOR David-Tony, Limboto. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari temu wicara dan rembug utama, pameran pembangunan, agribisnis, hingga gelar teknologi.

Peserta juga dijadwalkan mengikuti demonstrasi inovasi pertanian dan perikanan, antara lain budidaya ikan dengan sistem bioflok, pengembangan berbagai varietas padi, serta komoditas edamame. Selain itu, terdapat studi lapangan dan promosi produk unggulan daerah.

Nanang berharap pengalaman selama PENAS dapat mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat pemasaran hasil pertanian dan perikanan, serta membuka peluang kerja sama baru bagi pelaku usaha di Kutai Barat. (Ars/adv/diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *