SENDAWAR, KALTIM PERS – Masih tersisa 65 ekor Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam, Kaltim. Jumlah ini bukan banyak melainkan malah terancam punah. Penyebabnya, padatnya lalu lintas produksi sumber daya alam. Selain itu, seiring merosotnya bahan pangan bagi Pesut Mahakam.
Sementara Pesut Mahakam adalah satwa endemik yang menjadi maskot kebanggaan Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Samarinda. Hewan mamalia air tawar ini juga ditetapkan sebagai fauna identitas resmi daerah tersebut.
Yang memprihatinkan, keberadaan Pesut Mahakam ini hanya ada di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Khusus di perairan Kecamatan Muara Kaman, Muara Muntai, hingga kawasan Danau Semayang dan Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun.
Khusus di Kubar, dulunya banyak pesut mahakam di Kecamatan Muara Pahu yakni perairan DAS Mahakam dan DAS Kedang Pahu. Kemudian kawasan perairan Kecamatan Penyinggahan. Namun kini nyaris tidak ditemukan lagi.
Kepedulian terhadap Pesut Mahakam adalah Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia). Sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada penelitian, perlindungan, dan pelestarian habitat Pesut Mahakam di perairan Sungai Mahakam. ”Hewan purba indikator kesehatan lingkungan. Jika ada Pesut Mahakam ada mengambarkan bahwa lingkungan itu masih sehat. Pesut Mahakam juga tidak bisa digantikan dan sebuah berlian harus dijaga untuk generasi muda,” kata Novi, dari Yayasan Konservasi RASI, acara Sosialisasi OECM Perlindungan Habibat Pesut Mahakam dan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Kampung Muara Beloan, Jumat, 26 Juni 2026.
Negara luar apakah peduli ? Di antaranya, Amerika, India dan Eropa. Sementara China berhasil mengembangkan Finless porpoise (lumba-lumba tanpa sirip) adalah satwa liar yang dilindungi. Lumba air tawar bisa berkembang lagi. Perguruan tinggi perlu penelitian. Sangat penting hidup tidak bisa dipisahkan dengan alam tetap terjaga.
Harapan RASI kepada Pemkab Kubar, agar diperlukan pengawasan di DAS Mahakam untuk pelestarian Pesut Mahakam. Karena bukan tidak mungkin, jika kondisi lingkungan DAS Mahakam ini membaik, Pesut Mahakam bisa kembali lagi.
Sementara itu, Alfin selaku Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, terhadap pemantauan Pesut Mahakam berada di perairan konservasi perairan Mahakam Wilayah Hulu, Kukar seluas 42.667, 99 hektar. “Keberadaannya harus dipertahankan dari kepunahan. Diperlukan sinergi mengawasi dan keberlangsungan Pesut Mahakam,” kata Alfin. (rud/KP)












