SAMARINDA, KALTIM PERS– Instalasi kedokteran Nuklir ke-4 ada di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda. Kaltim keempat setelah Jakarta, Bandung dan Semarang. Lantas apa itu, instalasi kedokteran nuklir dalam dunia kesehatan? layanan medis mutakhir yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir. Gunanya, untuk mendeteksi, menilai fungsi organ, dan mengobati berbagai penyakit (seperti kanker dan tiroid).

RSUD AWS berdiri di atas tanah seluas 27 hektare di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Memiliki beberapa gedung. Yakni IGD, Stroke Center, fasilitas cuci darah, hingga Instalasi Kedokteran Nuklir. Segera dioperasikan lagi gedung baru yakni Gedung Pandurata. AWS kini hanya mampu menampung 751 hingga 851 tempat tidur. Sementara pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan berkisar antara 1.000 hingga 1.100 pasien per hari. Jika pasca libur Lebaran bisa mencapai 1.029 orang.
Operasional RSUD AWS :
- VIP: 67 tempat tidur
- Kelas Utama: 64 tempat tidur
- Kelas I: 104 tempat tidur
- Kelas II: 57 tempat tidur
- Kelas III: 199 tempat tidur
Ruang Perawatan Khusus & Kritis:
- Ruang Isolasi: 25 tempat tidur
- Stroke Center: 17 tempat tidur
- Perinatologi: 10 tempat tidur
- Ruang Luka Bakar: 2 tempat tidur
Pemerintah Provinsi Kaltim melihat ada beban pelayanan dekati titik jenuh di AWS. Menyikapi kondisi fasilitas kesehatan rujukan utama se-Kalimantan mengharuskan, operasional Gedung Pandurata segera dipercepat digunakan. Hingga kini masih tahap finishing.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, saat memimpin peninjauan lapangan ke empat sektor vital RSUD AWS, meliputi IGD, Stroke Center, fasilitas cuci darah, hingga Instalasi Kedokteran Nuklir pada Selasa, Selasa, 23 Juni 2026. “AWS sudah tidak mampu lagi menampung. Gedung Pandurata akan segera kita operasikan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” harapnya.
Dia menyebutkan, fokus pada perluasan kapasitas dan renovasi bangunan lama demi mendongkrak kenyamanan pasien. (rud/KP)












