DPDRI Dukung Tuntaskan Bangun Jalan Poros Tengah Kubar-Kukar, Yulianus : Harus Dikerjakan 2026

Akses jalan yang belum dibangunkan sekitar 4-5 km dari Muara Beloan-Gunung Bayan, Kecamatan Muara Pahu. Kemudian jalan 7 km yang terputus dari Kampung Minta-Bakung-Loa Deras, Kecamatan Penyinggahan koneksi ke Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kukar. Anggota DPD RI, Yulianus Henock Sumual (foto kiri)

JAKARTA, KALTIM PERS – Akses jalan poros tengah mendapatkan dukungan penuh dari Anggota DPD RI, Yulianus Henock Sumual. Mengingat, jalan poros tengah sebagai akses terpendek dari Kubar -Kukar ke Samarinda, sekaligus menjawab keterisolasian warga di pesisir Sungai Mahakam yang belum penuh diperhatikan.

Yulianus Henock Sumual yang juga Komite II DPD RI membidangi Pekerjaan Umum, khususnya pembangunan infrastruktur menegaskan, bahwa usulan peningkatan jalan poros tengah ini memang harus dibuka keterisolasian sepanjang demi kepentingan masyarakat. “Termasuk juga air bersih dan listrik harus sudah pada tahun 2026. Ini sudah jaman merdeka, masak masih ada kampung yang belum ada PLN dan air bersih,” kata Yulianus Henock Sumual yang juga Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) periode 2026-2031.

Kondisi jalan poros tengah yang masih terputus dan belum mulus? Dia berjanji akan turut memperjuangkan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. “Agar jalan itu (poris tengah) segera diperbaiki (ditingkatkan) bahkan semensiasi atau diaspal. Supaya masyarakat bisa menikmati pembangunan dengan baik,” katanya.

Melihat kondisi jalan poros tengah belum maksimal, Yulianus Henock agar Bupati Kubar dan Bupati Kukar berkoordinasi. Apalagi akses jalan merupakan berfungsi hajat hidup orang banyak yang harus wujudkan dengan segera.

Menyinggung ada warga yang pesimis terhadap kelanjutan poros tengah. Karena jalan trans Kalimantan saja masih rusak berat? Yulianus Henock justru pesimis. Dia menyebutkan, dalam pembangunan akses jalan tersebut ada pembagian porsi masing-masing. Ada kewajiban pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. “Kan Kubar juga ada dana sampai SiLPA 2025 yang akan digunakan 2026. Dana itu untuk membangun jalan poros tengah. Lalu diapakan dana itu jika tidak digunakan maksimal. Karena akses jalan ini mendesak harus dikerjakan,” singgungnya.

Dia menyarankan agar Bupati Kubar dan Bupati Kukar agar sinergi. Akses jalan wilayah Kubar di Kecamatan Penyinggahan mulai Kampung Minta-Bakung dan Loa Deras harus dituntaskan. Demikian koneksi akses jalan wilayah Kukar di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kukar agar Bupati Kukar turut membantu agar sinergi atau kompak bersama. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *