Harus Optimis, Poros Tengah Kubar-Samarinda Lebih Dekat

Tiga akse jalan Kubar-Kukar-Samarinda. Lebih dekat akses poros tengah.

SENDAWAR-KALTIM PERS- Usulan sekarang disertai pengawalan, kalimat kunci direstuinya pembangunan jalan poros tengah Kutai Barat (Kubar)-Kutai Kartanegara (Kukar). Jangan pesimis tapi optimis untuk memperjuangkan keterisolasian daerah. Khususnya sejumlah perkampungan di pesisir Sungai Mahakam, yang masih terisolir/tertinggal jalur darat.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki kedaulatan memperjuangkan memecahkan keterisolasian kampung/desa. Walaupun kebijakan di tangan Gubernur Kaltim Rudy Masud. ”Kami juga memperjuangkan kepada pak Gubernur, agar akses jalan empat kampung di Kecamatan Bongan, Kubar ternyata juga diperhatikan. Alhasilnya, akses jalan itu dibangun secara bertahap,” tegas Kepala DPMD Provinsi Kaltim Puguh Harjanto.

Hal senada dikatakan, Muhammad Ridwan, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMD Provinsi Kaltim. ”Bahkan kami telah melakukan kunjungan ke sana (Bongan) bersama pak Gubernur Rudy Masud, sebelum digelontorkan dana pembangunan jalan,” ungkap Ridwan.

Menanggapi usulan akses jalan poros tengah oleh Rudy Suhartono, Petinggi/Kepala Desa Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu di Samarinda, Selasa, 16 Juni 2026 direspon sangat positif. Ini langkah cerdas Petinggi Muara Beloan. ”Atas usulan ini akan menjadi agenda kami (DPMD Provinsi Kaltim) meninjau ke Muara Beloan, dalam waktu dekat. Kami mau melihat langsung kondisinya bagaimana,” kata Ridwan dan disetujui Kepala DPMD Provinsi Kaltim Puguh Harjanto.

Akses jalan Muara Beloan-Muara Pahu

Menurut Rudy, usulan jalan poros tengah inipun sudah disampaikan kepada Bupati Kubar Frederick Edwin di rumah dinas Bupati Kubar, Mei 2026. ”Keterisolasian kampung menjadi sulit berkembang apalagi sejahtera. Makanya kami terus berjuang agar kampung-kampung di pesisir Sungai Mahakam harus jadi perhatian. Membuka isolasi dan kemiskinan, sehingga hasil alam seperti perikanan dan pertanian bisa mudah dijual ke daerah lain,” katanya.

Melihat kondisi keuangan pemerintah saat disadari tidak memungkinkan. Namun bukan menjadikan hambatan. Intinya, usulan sekarang jika nanti kondisi keuangan pemerintah membaik bukan tidak mungkin terwujud. Apalagi Kaltim bagian dari Ibu Kota Negara Nusantara.

Koneksi di Muara Muntai menggunakan feri penyeberangan ke jalan trans Kalimantan

Akses poros tengah, Melak-Muara Bunyut-Tanjung Pagar/Gunung Bayan-Muara Pahu-Penyinggahan-Muara Muntai-jalan trans Kalimantan. Jauh lebih pendek. Jika dibandingkan akses jalan trans Kalimantan dan akses Jalan Tol Akasia. Untuk Poros tengah, jalan Muara Beloan ke Muara Pahu yang harus dibangun. Karena belum ada. Tapi jaraknya tidak jauh. (rud/KP/adv/diskominfokubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *