Blog  

Long Iram Alami Delapan Hari Tanpa Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Dampak El Nino di Kaltim

SENDAWAR, KALTIM PERS— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Kalimantan Timur berpotensi mengalami dampak fenomena El Nino yang dapat memicu penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BMKG hingga 31 Juli 2026, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, menjadi daerah dengan periode hari tanpa hujan terpanjang di Kalimantan Timur, yakni mencapai delapan hari berturut-turut.

Kondisi tersebut menunjukkan mulai meningkatnya kekeringan di beberapa wilayah. Meski belum tergolong ekstrem, periode tanpa hujan yang terus berlangsung berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, serta memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila tidak diantisipasi sejak dini.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau. Upaya pencegahan, terutama terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, dinilai penting mengingat kondisi vegetasi akan semakin mudah terbakar saat cuaca kering berlangsung dalam waktu yang lama.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang sangat bergantung pada kondisi iklim.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah mitigasi guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan apabila periode tanpa hujan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *