SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kampung Muara Beloan mengusulkan pembangunan pelabuhan terapung multifungsi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pengungsian sementara ketika banjir merendam permukiman warga.
Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono mengatakan, pelabuhan terapung diusulkan menggunakan drum atau styrofoam sebagai pelampung dengan ukuran sekitar 4 x 12 meter atau 6 x 12 meter. Usulan itu diharapkan dapat dialokasikan melalui dinas terkait di lingkungan Pemkab Kubar.
Saat terjadi banjir, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat mendirikan tenda darurat bagi warga yang harus meninggalkan rumah. Di luar masa bencana, pelabuhan terapung bisa digunakan sebagai tempat menjemur ikan asin maupun pelabuhan umum untuk menunjang aktivitas warga.
“Jadi, manfaatnya banyak bagi warga. Ketika banjir bisa menjadi tempat atau kemah darurat bagi korban, sedangkan di luar banjir dapat digunakan untuk menjemur ikan asin atau menjadi pelabuhan umum,” kata Rudy.
Usulan tersebut disampaikan setelah banjir kembali merendam Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu. Hingga Senin, 25 Mei 2026, ketinggian air di kawasan permukiman dilaporkan mencapai 2,5 hingga 3 meter dan berdampak terhadap 22 kepala keluarga.
Sebagian warga bertahan dengan membangun lantai panggung di dalam rumah. Warga lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman dari rendaman.
Menurut Rudy, Muara Beloan dapat mengalami banjir satu hingga dua kali dalam setahun. Kondisinya dipengaruhi luapan Sungai Mahakam dan kiriman air dari Sungai Kedang Pahu sehingga genangan terkadang bertahan lebih lama dibandingkan wilayah lain.
Pemerintah kampung telah melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar. Laporan ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan tiga perahu karet bermesin 15 tenaga kuda untuk menyisir permukiman serta mengantisipasi evakuasi.
BPBD Kubar juga menyalurkan bantuan berupa sembako, alas tidur, dan selimut. Pemerintah kampung membantu pendataan warga terdampak sekaligus memantau perkembangan ketinggian air.
Rudy berharap usulan pelabuhan terapung dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan jangka panjang. Selain menyediakan tempat evakuasi yang dapat menyesuaikan ketinggian air, fasilitas itu dinilai tetap memiliki manfaat ekonomi dan transportasi ketika kondisi kembali normal.
Pemerintah kampung juga berharap pembahasan teknis melibatkan dinas terkait agar ukuran, bahan, daya tampung, dan standar keselamatan fasilitas sesuai dengan kebutuhan warga Muara Beloan. (Ton/Adv/Diskominfo Kubar)












