SENDAWAR, KALTIM PERS – Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Kampung Muara Beloan, Kabupaten Kutai Barat, yang hingga kini masih terdampak banjir.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Staf Khusus Wakil Presiden dan pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat meninjau langsung lokasi banjir, Sabtu (30/5/2026). Dalam kesempatan itu, Mauliddin menekankan pentingnya dukungan pembangunan infrastruktur dasar dan penanganan pascabencana.
Menurutnya, Muara Beloan membutuhkan jalur akses khusus yang aman dan tidak lagi bergantung pada jalan hauling perusahaan tambang. Saat ini, warga masih menggunakan jalur alternatif yang melewati area operasional PT Manaar Bulatn Lestari (MBL) dan PT Teguh Sinar Abadi (TSA), yang dinilai berisiko.
“Ke depan perlu ada jalan khusus agar mobilitas warga lebih aman, terutama saat banjir,” ujarnya.
Selain akses jalan, Camat Muara Pahu juga mengusulkan pembangunan tempat pengungsian terapung. Hal ini dinilai penting karena wilayah Muara Beloan tidak memiliki dataran tinggi yang bisa dijadikan lokasi evakuasi.
“Jika ada bangunan terapung, warga bisa lebih cepat menyelamatkan diri saat banjir besar,” katanya.
Hingga Sabtu, tercatat 114 rumah di empat RT masih terendam banjir meski air mulai surut sejak beberapa hari terakhir. Kondisi geografis yang berada di antara Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu membuat wilayah ini rawan genangan berulang.
Mauliddin juga meminta perhatian pemerintah terhadap pemulihan ekonomi warga. Aktivitas masyarakat terganggu akibat banjir dan terbatasnya akses keluar-masuk kampung.
“Bantuan sembako dan dukungan ekonomi sangat dibutuhkan karena warga belum bisa beraktivitas normal,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut agar penanganan banjir di Muara Beloan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan. (Ton/Adv/Diskominfo Kubar)












