Gotong Royong Tebang Kayu Rengas buka Jaringan PLN, Sejumlah Pekerja di Beloan Alami Gatal

Tangan gatal-gatal akibat menebang pohon rengas ( foto kiri). Peserta gotong royong dan pohon rengas di chainsaw karena akan menghalangi jaringan listrik PLN di dekat Jembatan Sei Sermaung RT 1 Muara Beloan.

MUARA BELOAN, KALTIM PERS — Sejumlah warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat, mengalami gatal-gatal dan ruam kemerahan setelah ikut bergotong royong menebang pohon rengas. Penebangan dilakukan agar pepohonan tidak mengganggu jaringan listrik PLN yang tengah dibangun di wilayah tersebut.

Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono mengatakan, dirinya termasuk warga yang mengalami reaksi pada kulit setelah kegiatan tersebut. Tangan kanannya mengalami gatal-gatal hingga harus mendapatkan pengobatan. Keluhan serupa dialami Kasi Perencanaan Lupi Pernandes pada bagian leher dan tangan, serta Kasi Keuangan Deby.

Meski mengalami keluhan dan harus mengeluarkan biaya pengobatan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga mengikuti gotong royong. Menurut Rudy, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat untuk mendukung pembangunan jaringan listrik. “Tidak perlu banyak koar-koar di media sosial, tetapi kegiatan nyata di lapangan,” ujarnya.

Lantas, apakah benar kayu rengas bisa menyebabkan gatal? Rengas yang dikenal dengan nama ilmiah Gluta renghas termasuk famili Anacardiaceae. Getah dari kelompok tanaman ini diketahui dapat menyebabkan dermatitis kontak pada sebagian orang, dengan gejala seperti gatal, kemerahan, rasa perih, hingga munculnya lepuhan.

Karena itu, aktivitas menebang rengas sebaiknya dilakukan dengan perlindungan yang memadai, seperti sarung tangan dan pakaian tertutup untuk menghindari kontak langsung dengan getah. Namun, kondisi kulit pada warga dalam foto tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan foto sebagai akibat rengas dan pemeriksaan tenaga medis tetap diperlukan. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *