SENDAWAR, KALTIM PERS— Akun media sosial yang sebelumnya menggunakan nama Mata Kubar diduga berganti nama menjadi Media Kaltim setelah sekitar tiga bulan aktif mempublikasikan berbagai informasi melalui TikTok. Sejumlah pihak mempersoalkan kontennya karena dinilai tidak berimbang dan belum jelas statusnya sebagai perusahaan pers.
Konten akun tersebut sebelumnya menyinggung sejumlah pihak, mulai Bupati Kutai Barat, pejabat daerah hingga pelaku usaha. Beberapa pihak yang disebut dalam konten menyatakan keberatan karena informasi yang disampaikan dinilai tidak melalui proses konfirmasi dan berpotensi merugikan nama baik.
Salah satunya Markus Mas Jaya, yang keberatan setelah namanya dikaitkan dengan dugaan mafia tanah. Ia mempertimbangkan menempuh langkah hukum apabila tudingan tersebut tidak dapat dibuktikan.
Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, juga mengaku dirugikan oleh sejumlah publikasi akun tersebut. Rudy menduga pengelolanya merupakan seseorang berinisial MFA, warga asal Muara Beloan yang berdomisili di Melak. Namun, dugaan mengenai identitas pengelola maupun motif di balik publikasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.
Rudy mengatakan MFA sebelumnya pernah mendatangi kantor kampung untuk meminta dokumen SPJ periode 2021–2025. Ia juga menyebut MFA memiliki rencana maju dalam pemilihan petinggi Muara Beloan. Keterangan tersebut belum menjadi bukti bahwa MFA merupakan pengelola Mata Kubar atau Media Kaltim sehingga perlu diverifikasi lebih lanjut. (TON/KP)












