Blog  

Tiga Kampung di Kutai Barat Deklarasikan Percepatan Pembangunan, Jalan dan Listrik Jadi Prioritas

Akses jalan dari Kampung Tanjung Pagar ke Muara Beloan masih sangat terbatas. Jalan tanah itu tidak ada pemeliharaan dari pemerintah. Warga berharap di cor beton dan jembatan Sei Sejelawat dibangun.

SENDAWAR, KALTIM PERS— Masyarakat bersama pemerintah Kampung Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan menyatakan sikap bersama untuk mendorong percepatan pembangunan di tiga kampung yang dinilai masih menghadapi keterisolasian dan keterbatasan infrastruktur dasar.

Pernyataan tersebut dituangkan dalam Deklarasi Percepatan Pembangunan Tiga Kampung Terisolir yang dilaksanakan di Alun-Alun Etam RT 2, Kampung Muara Beloan, Rabu (26/8/2026).

Deklarasi melibatkan pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta unsur masyarakat dari ketiga kampung.

Muara Beloan dan Tanjung Pagar berada di Kecamatan Muara Pahu, sementara Rembayan berada di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat.

Melalui deklarasi tersebut, masyarakat meminta pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan, jembatan, jaringan listrik, telekomunikasi, air bersih, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Minta Keterisolasian Segera Dibuka

Dalam pernyataan sikap bersama, masyarakat menegaskan berhak memperoleh pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga pemerintah pusat mengambil langkah nyata untuk membuka keterisolasian tiga kampung tersebut.

Salah satu tuntutan utama adalah percepatan pembangunan akses jalan dan jembatan yang layak serta dapat digunakan masyarakat sepanjang tahun.

Ketersediaan jalan dinilai penting bukan hanya untuk mobilitas masyarakat antarkampung, tetapi juga untuk membuka akses menuju pusat pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat perekonomian.

Kondisi akses transportasi yang terbatas selama ini dinilai menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan memperoleh pelayanan dasar.

Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain jalan, pembangunan dan pemerataan jaringan listrik menjadi salah satu poin utama deklarasi.

Masyarakat Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mempercepat penyediaan jaringan listrik sehingga warga memperoleh pelayanan energi yang layak.

Listrik dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan pemerintahan dan kesehatan hingga kegiatan usaha dan pengembangan ekonomi kampung.

Karena itu, pembangunan jalan dan jaringan listrik diharapkan dapat berjalan seiring sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian ketiga kampung.

Dorong Pendidikan, Kesehatan, dan Telekomunikasi

Deklarasi juga meminta peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, air bersih, serta sarana dan prasarana publik lainnya.

Pemenuhan pelayanan dasar tersebut dipandang penting agar masyarakat di wilayah yang relatif jauh dari pusat pemerintahan dapat memperoleh pelayanan yang setara.

Ketiga kampung juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, perikanan, usaha masyarakat, dan potensi ekonomi lokal.

Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membantu mengurangi kemiskinan.

Akses transportasi yang memadai dinilai memiliki hubungan erat dengan pengembangan ekonomi. Ketika jalan terbuka, hasil perikanan dan pertanian masyarakat akan lebih mudah dibawa menuju pasar dengan waktu dan biaya angkut yang lebih efisien.

Pembangunan Tetap Perhatikan Lingkungan dan Kearifan Lokal

Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat juga menyatakan siap menjaga persatuan serta mendukung proses pembangunan.

Namun, pembangunan diharapkan tetap memperhatikan hak masyarakat, kearifan lokal, kelestarian lingkungan hidup, serta kepentingan generasi mendatang.

Masyarakat Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan juga diajak untuk bersatu dan saling mendukung dalam mengawal perjuangan pembangunan secara damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Semangat tersebut dirangkum dalam seruan, “Bersatu Membuka Keterisolasian, Bersama Mempercepat Pembangunan.”

Harapkan Langkah Nyata Pemerintah

Pernyataan sikap tersebut menjadi bentuk aspirasi bersama agar ketiga kampung memperoleh perhatian lebih besar dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, maupun program pemerintah pusat.

Masyarakat berharap deklarasi tidak berhenti sebagai dokumen pernyataan sikap, tetapi menjadi dasar untuk memperkuat perjuangan memperoleh pembangunan yang lebih merata.

Pembukaan akses jalan dan jembatan, penyediaan listrik, peningkatan telekomunikasi, air bersih, pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat menjadi sejumlah kebutuhan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti secara bertahap.

Melalui percepatan pembangunan tersebut, keterisolasian Muara Beloan, Tanjung Pagar, dan Rembayan diharapkan dapat semakin terbuka sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pelayanan publik dan pusat perekonomian.

Deklarasi sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan tiga kampung membutuhkan sinergi pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, pemerintah kampung, dan masyarakat.

(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *