SENDAWAR, KALTIM PERS — Cuaca panas yang terjadi saat musim kemarau perlu diwaspadai. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kulit terbakar hingga kelelahan akibat panas.
Karena itu, masyarakat disarankan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, serta mengenakan pakaian yang nyaman.
Minum Air Secara Teratur
Salah satu cara utama mencegah dehidrasi adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Masyarakat dianjurkan minum air putih secara teratur dan tidak menunggu hingga merasa haus.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tetapi secara umum konsumsi sekitar 2–3 liter air per hari dapat menjadi panduan. Minuman yang terlalu manis, berkafein, atau bersoda sebaiknya dibatasi.
Hindari Terik Matahari
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika matahari sedang terik, terutama sekitar pukul 11.00 hingga 15.00.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dapat menggunakan payung atau topi serta kacamata hitam. Penggunaan tabir surya juga penting untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Aktivitas fisik atau pekerjaan berat sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika suhu udara relatif lebih rendah.
Kenakan Pakaian yang Nyaman
Pemilihan pakaian juga dapat membantu tubuh beradaptasi dengan cuaca panas. Pakaian longgar, tipis, berwarna terang, dan berbahan menyerap keringat seperti katun lebih disarankan.
Pakaian tersebut memungkinkan sirkulasi udara lebih baik sehingga tubuh tidak mudah mengalami peningkatan suhu.
Perbanyak Buah dan Sayur
Asupan makanan juga berperan dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi. Masyarakat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi.
Semangka, melon, dan mentimun menjadi sejumlah pilihan yang dapat dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus asupan nutrisi tubuh.
Waspadai Kelompok Rentan
Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih ketika cuaca panas. Begitu pula masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu.
Jika muncul keluhan seperti pusing, lemas berlebihan, mual, sakit kepala, kram otot, atau tanda-tanda lain akibat paparan panas, aktivitas sebaiknya segera dihentikan dan tubuh dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk.
Menjaga kecukupan cairan, menghindari paparan panas berlebihan, serta mengatur aktivitas harian menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau.












