SENDAWAR, KALTIM PERS — Jalan samenisasi yang menjadi akses menuju Kampung Muara Beloan amblas pada Senin (28/9/2026). Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak bisa lagi melintas. Kendaraan roda dua masih dapat melewati ruas tersebut, namun kondisi jalan cukup rawan dan berpotensi membahayakan pengendara.
Amblasnya jalan diduga akibat abrasi dan erosi pada bagian bawah badan jalan. Di bawah ruas jalan terdapat alur sungai yang sebelumnya ditutup. Aliran air kemudian mengikis bagian bawah jalan hingga membentuk rongga. Saat mendapat beban kendaraan, badan jalan tidak mampu menahan tekanan sehingga akhirnya amblas.
Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono bersama staf menemui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kutai Barat Philip di ruang kerjanya, Jumat (2/10/2026).
“Warga berharap agar amblesnya jalan itu segera diperbaiki. Karena lintasan utama bagi warga menjual hasil ikan ke ibu kota kabupaten,” kata Rudy.
Dalam pertemuan tersebut, Pilip menyatakan akan segera menugaskan tim untuk mengecek kondisi jalan yang amblas yang dikerjakan oleh kontraktor tahun anggaran 2025. Hasil pengecekan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan agar akses kembali dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pilip juga menyampaikan, peningkatan akses jalan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Pengerjaan peningkatan jalan ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kata Pilip, berkomitmen meningkatkan kondisi jalan tersebut sehingga lebih aman dan dapat mendukung aktivitas masyarakat. (rud/KP)












