SENDAWAR, KOMPAS.com – Permintaan pasar terhadap gula aren dan gula semut produksi Kampung Minta, Kecamatan Penyinggahan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, terus meningkat. Namun, keterbatasan kapasitas rumah produksi membuat pelaku usaha belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.
Perwakilan Kelompok Tani Minta Mandiri/BUMKA/AKKM Hutan Kahoi, Saifullah, mengatakan pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, WWF Indonesia, dunia usaha, serta mitra pembangunan dapat diwujudkan melalui pembangunan rumah produksi yang lebih representatif.
Menurut dia, keberadaan fasilitas produksi yang lebih memadai akan meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami percaya keberadaan rumah produksi yang lebih layak tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menjadikan produk aren Kampung Minta sebagai kebanggaan Kutai Barat,” kata Saifullah.
Ia menjelaskan, kerja sama antara WWF Indonesia dan masyarakat Kampung Minta telah berlangsung sejak 2018. Program yang dijalankan meliputi penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dari pendampingan tersebut lahir Kelompok Tani Aren Minta Mandiri yang kini memproduksi gula aren dan gula semut. Pada 2024, gula semut hasil produksi kelompok itu masuk peringkat sembilan produk unggulan desa tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini, kapasitas produksi gula aren dan gula semut mencapai sekitar 500 kilogram per bulan. Namun, meningkatnya permintaan pasar membuat fasilitas produksi yang ada dinilai tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan pemerintah daerah akan mendukung perluasan rumah produksi gula aren di Kampung Minta.
Menurut dia, peningkatan kapasitas produksi diperlukan agar pelaku usaha lokal mampu memenuhi permintaan pasar sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.
“Permintaan pasar terus meningkat. Kami akan membantu bagaimana caranya memperluas rumah produksi di Kampung Minta agar kapasitas produksi gula aren semakin maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar,” kata Frederick.(yan/adv/diskominfo)












