SENDAWAR, KALTIM PERS — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Festival Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, anak merupakan aset bangsa yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Karena itu, pemenuhan hak-hak anak harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Festival Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi panggilan bagi kita semua, baik pemerintah, orang tua, guru maupun masyarakat untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak,” kata Frederick dalam sambutannya.
Menurut Frederick, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, penguatan lingkungan sekolah, hingga pelibatan masyarakat adat dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan mendukung perkembangan anak.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi anak pada era digital, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), hingga dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.
Karena itu, Frederick meminta para orang tua dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pendampingan terhadap anak, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.
“Kepada seluruh orang tua dan tenaga pendidik, saya berpesan agar mendampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang. Hindari kekerasan verbal, berikan perhatian, serta awasi penggunaan teknologi secara bijaksana agar mereka memperoleh informasi yang sehat dan positif,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Peran ayah dan ibu, menurut dia, sama pentingnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sebagai upaya pencegahan stunting.
Pada akhir kegiatan, Frederick secara resmi menutup rangkaian Festival Hari Anak Nasional Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026. Ia berharap peringatan HAN tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penguat komitmen bersama untuk melindungi dan memenuhi hak-hak anak demi menciptakan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Ketua panitia, Seriwahyuni, mengatakan festival tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyediakan ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berkarya, serta mengembangkan potensi diri.
Festival HAN 2026 turut dihadiri Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes, Sekretaris Daerah Erik Victory, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, Wakil Ketua I TP PKK Hj. Dewi Hariah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).(Ars/Adv-DiskominfoKubar)










