Hari Hepatitis Sedunia, Dinkes Kubar Ajak Pelajar Jadi Garda Terdepan Cegah Hepatitis

APRESIASI : Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Barnabas menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar dr. Marisye Christantia, Sp.PD, usai menjadi narasumber pada talkshow peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Alun-Alun Itho, Sendawar, Jumat (24/7/2026).

SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular dengan menyasar kalangan pelajar. Momentum Hari Hepatitis Sedunia dimanfaatkan untuk mengedukasi generasi muda melalui senam bersama dan talkshow kesehatan yang digelar di Alun-Alun Itho, Sendawar, Jumat (24/7/2026).

Ratusan pelajar dari lima sekolah tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Barong Tongkok mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Edukasi dikemas secara interaktif agar pesan penting mengenai pencegahan hepatitis dapat lebih mudah dipahami sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang berlangsung meriah. Selain mengajak pelajar aktif bergerak, senam menjadi bagian dari kampanye membudayakan aktivitas fisik sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Usai senam, peserta mengikuti talkshow kesehatan yang menghadirkan Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar dr. Marisye Christantia, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Barnabas, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kutai Barat, Weda.

Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar, dr. Marisye Christantia, mengatakan Hari Hepatitis Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hati melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta pemeriksaan kesehatan secara dini.

“Hepatitis merupakan penyakit yang dapat dicegah. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelajar, harus terus dilakukan agar mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” ujarnya.

Ia menjelaskan hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun faktor lainnya. Menurutnya, sebagian besar kasus hepatitis dapat dicegah melalui vaksinasi, menjaga kebersihan diri, menghindari perilaku berisiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Hepatitis sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Edukasi dan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” jelasnya.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para pelajar memanfaatkan kesempatan untuk bertanya seputar penyebab, gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan hepatitis yang kemudian dijelaskan langsung oleh para narasumber.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kutai Barat berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dengan menyampaikan informasi yang benar mengenai hepatitis.

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Lewat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran terhadap pencegahan hepatitis terus meningkat demi mewujudkan masyarakat Kutai Barat yang sehat, produktif, dan berkualitas. (Yan/Adv/Diskominfo Kubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *