SENDAWAR, KALTIM PERS – Tiga kampung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kompak mendesak PT PLN (Persero) UP2K Kalimantan Timur agar segera merealisasikan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) beserta pendirian tiang listrik sebelum akhir 2026. Warga menilai program tersebut sudah lama dinantikan, bahkan sebelumnya dijanjikan mulai mengalir pada 2025.
Ketiga kampung tersebut adalah Kampung Muara Beloan dan Kampung Tanjung Pagar di Kecamatan Muara Pahu, serta Kampung Rambayan di Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
Kesepakatan itu dihasilkan melalui pertemuan yang digelar di Kantor Kepala Kampung Tanjung Pagar pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Pertemuan dihadiri Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono, Petinggi Tanjung Pagar Azis Maulana, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), lembaga adat, LPM, BUMKA, serta tokoh masyarakat.
Pada hari yang sama sekitar pukul 14.50 Wita, pertemuan serupa juga dilaksanakan di Kampung Rambayan yang dihadiri Kepala Kampung Rambayan Said, Sekretaris Kampung, Ketua BPK, dan perwakilan lembaga adat.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga kampung menyatakan siap memenuhi persyaratan yang diminta PLN. Salah satunya terkait izin lintasan jaringan listrik di jalan hauling perusahaan tambang yang akan dibahas melalui pertemuan di Kantor Bupati Kutai Barat bersama manajemen PT Teguh Sinar Abadi (TSA) dan PT Manaar Bulatn Lestari (MBL).
Sementara itu, untuk mendukung pembangunan jaringan tegangan menengah, masyarakat juga siap bergotong royong memperbaiki akses jalan. Sebelum itu, pemerintah kampung akan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan perusahaan yang menjadi mitra pembinaan ketiga kampung tersebut.

“Intinya kami dari tiga kampung sepakat mendesak PT PLN (Persero) UP2K Kaltim agar merealisasikan pembangunan jaringan listrik sebelum akhir 2026,” tegas Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono.
Pernyataan tersebut juga didukung Petinggi Tanjung Pagar Azis Maulana dan Kepala Kampung Rambayan Said.
Rudy menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Daerah Kutai Barat untuk memfasilitasi pertemuan bersama pemerintah daerah dan perusahaan terkait. Saat ini mereka masih menunggu penjadwalan dari Pemkab Kubar.
Desakan masyarakat muncul seiring program PT PLN (Persero) UP2K Kaltim yang menargetkan pembangunan jaringan listrik di 20 kampung di Kutai Barat sepanjang 2026. Hingga kini, pembangunan telah berjalan di enam kampung melalui tahap pengeboran pondasi tiang listrik.
Enam kampung tersebut meliputi Kampung Mendung dan Kampung Jerang Melayu di Kecamatan Muara Pahu, Kampung Linggang Muara Kalaq, Linggang Muara Batuq, dan Linggang Marimun di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, serta Kampung Muyub Aket di Kecamatan Tering. Adapun 14 kampung lainnya akan menyusul sesuai kesiapan di lapangan.
Namun, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya jalur jaringan listrik yang harus melintasi jalan hauling milik perusahaan tambang batubara, sehingga pembangunan baru dapat dilaksanakan setelah memperoleh izin resmi dari perusahaan pemegang konsesi.
Technician Konstruksi Listrik Desa PT PLN (Persero) UP2K Kaltim, Dimas Bagus, didampingi Junior Officer Perencanaan Listrik Desa Gabriella Florensia, mengatakan pembangunan jaringan listrik menuju Kampung Muara Beloan dan Kampung Rambayan ditargetkan dimulai pada September 2026.
Sebelum pekerjaan dimulai, PLN telah melakukan survei terhadap kondisi akses jalan yang akan digunakan sebagai jalur distribusi material.
“Survei terkait permasalahan akses jalan menuju kedua kampung sudah dilakukan, dan tindak lanjut perbaikannya direncanakan pada awal Agustus 2026,” ujar Dimas saat ditemui di Kantor PT PLN (Persero) UP2K Kaltim di Samarinda, Senin 6 Juli 2026. (adv/diskominfokubar)












