SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah dan masyarakat tiga kampung di Kabupaten Kutai Barat terus mengawal rencana pembangunan jaringan tegangan menengah dan tiang listrik agar dapat direalisasikan sebelum akhir 2026.
Tiga kampung tersebut adalah Muara Beloan dan Tanjung Pagar di Kecamatan Muara Pahu serta Rambayan di Kecamatan Mook Manaar Bulatn. Layanan listrik PLN telah lama dinantikan masyarakat dan sebelumnya diharapkan mulai dinikmati pada 2025.
Kesepakatan bersama dibahas di Kantor Petinggi Tanjung Pagar, Jumat, 10 Juli 2026. Pertemuan dihadiri Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, Petinggi Tanjung Pagar Azis Maulana, BPK, lembaga adat, LPM, BUMKA, dan tokoh masyarakat.
Pertemuan lanjutan digelar pada hari yang sama di Kampung Rambayan dengan melibatkan Petinggi Rambayan Said, sekretaris kampung, BPK, dan lembaga adat.
Ketiga kampung menyatakan siap memenuhi persyaratan teknis yang diminta PT PLN UP2K Kalimantan Timur. Salah satu kendala utama adalah jalur jaringan yang harus melintasi jalan hauling perusahaan pertambangan.
Pemerintah kampung telah meminta Pemkab Kutai Barat memfasilitasi pertemuan dengan manajemen PT Teguh Sinar Abadi dan PT Manaar Bulatn Lestari untuk memperoleh izin lintasan. Surat permohonan fasilitasi juga telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kutai Barat.
“Intinya, kami dari tiga kampung sepakat mengawal dan meminta pembangunan jaringan listrik direalisasikan sebelum akhir 2026,” kata Rudy.
Masyarakat juga siap bergotong royong memperbaiki akses jalan untuk mendukung mobilisasi kendaraan dan material proyek. Pemerintah kampung terlebih dahulu akan mengajukan dukungan kepada Pemkab Kubar serta perusahaan mitra pembinaan kampung.
Program PLN pada 2026 menargetkan pembangunan jaringan di 20 kampung. Enam kampung telah memasuki tahap pengeboran pondasi tiang, sedangkan 14 kampung lainnya menunggu kesiapan lapangan.
Technician Konstruksi Listrik Desa PLN UP2K Kaltim Dimas Bagus mengatakan pembangunan menuju Muara Beloan dan Rambayan ditargetkan dimulai September 2026. Survei akses telah dilakukan, sedangkan perbaikannya direncanakan pada awal Agustus.
Sinergi pemerintah daerah, PLN, perusahaan, pemerintah kampung, dan masyarakat diharapkan mempercepat hadirnya listrik sebagai penunjang pendidikan, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi warga. (adv/diskominfo Kubar)












