SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerataan akses listrik di Kabupaten Kutai Barat terus menjadi perhatian pemerintah bersama PT PLN (Persero). Dari target pembangunan jaringan tegangan menengah dan pemasangan tiang listrik di 20 kampung pada 2026, sebanyak lima kampung diprioritaskan untuk memulai tahapan pembangunan.
Lima kampung tersebut meliputi Kampung Mendung di Kecamatan Muara Pahu, tiga kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulatn yakni Linggang Muara Kalaq, Linggang Muara Batuq, dan Linggang Marimun, serta Kampung Muyub Aket di Kecamatan Tering. Sementara itu, 15 kampung lainnya akan menyusul sesuai kesiapan di lapangan.
Namun, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah jalur jaringan listrik yang harus melintasi jalan hauling perusahaan tambang batubara. Kondisi tersebut mengharuskan adanya izin resmi dari perusahaan pemegang konsesi sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.

Technicion Konstruksi Listrik Desa PT PLN (Persero) UP2K Kaltim, Dimas Bagus, didampingi Junior Officer Perencanaan Listrik Desa Gabriella Florensia, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik menuju Kampung Muara Beloan dan Rembayan ditargetkan dimulai pada September 2026. Sebelum pelaksanaan, PLN telah melakukan survei kondisi akses jalan yang menjadi jalur distribusi material.
“Survei permasalahan akses jalan ke dua kampung sudah dilakukan dan perbaikannya ditindaklanjuti pada awal Agustus 2026,” ujar Dimas saat ditemui di Kantor PT PLN (Persero) UP2K Kaltim, Samarinda, Senin (6/7/2026).

Selain persoalan perizinan, PLN juga menaruh perhatian terhadap aspek teknis pembangunan. Pada titik penyeberangan jaringan di jalan hauling, tinggi kendaraan yang melintas harus dipastikan agar konstruksi jaringan listrik dapat disesuaikan dan tetap memenuhi standar keselamatan.
Di sisi lain, kekuatan pondasi tiang listrik juga menjadi perhatian, terutama pada ruas jalan yang baru diperbaiki maupun kawasan yang sebelumnya terendam banjir. Tiang listrik harus ditanam pada badan jalan yang telah diuruk dan memiliki struktur tanah yang kuat agar tidak mudah roboh.
PLN juga meminta dukungan pemerintah kampung dan masyarakat untuk membersihkan badan jalan sebagai akses mobilisasi material serta melakukan penebangan pohon di sepanjang jalur pembangunan jaringan. Kegiatan tersebut diharapkan rampung paling lambat awal Agustus 2026 sehingga tidak menghambat proses konstruksi maupun pemeliharaan jaringan di masa mendatang.
PLN menegaskan siap berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan perizinan. Namun apabila persyaratan dan kesiapan di lapangan tidak dapat dipenuhi sesuai jadwal, pembangunan jaringan listrik akan dialihkan ke kampung lain yang dinilai lebih siap menerima program tersebut.(adv/diskominfokubar)












