SENDAWAR, KALTIM PERS – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyesuaikan kembali jadwal pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ). Proyek yang sebelumnya direncanakan selesai pada 2028 itu kini dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027 dan ditargetkan rampung pada 2029.
Pembangunan jembatan akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak selama tiga tahun. Penundaan dilakukan setelah perhitungan anggaran sebelumnya dinilai perlu disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak dan material konstruksi.
Proyek tersebut sebelumnya telah dialokasikan dalam APBD murni Kutai Barat Tahun 2025 untuk mulai dikerjakan pada 2026, dengan pagu sekitar Rp515 miliar. Namun, berdasarkan perhitungan terbaru Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kutai Barat, nilai itu dinilai belum mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.
Karena itu, kebutuhan anggaran akan dihitung ulang dalam APBD Perubahan 2026 dengan mengacu pada harga material terbaru. Penyesuaian tersebut diperkirakan menyebabkan kenaikan nilai anggaran proyek.
Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai mengatakan pemerintah daerah dan DPRD telah memperoleh persetujuan tertulis dari Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai salah satu dasar melanjutkan pembangunan.
Menurutnya, penghentian proyek sebelumnya berkaitan dengan persoalan antara PT Waskita Karya dan pihak subkontraktor, bukan perkara yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
“Kasus ini bukan kepada Pemkab Kutai Barat, melainkan antara kontraktor PT Waskita Karya dan subkontraktornya. Dampaknya, kelanjutan pembangunan Jembatan ATJ ikut terhenti,” kata Ridwai, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia juga memastikan konstruksi jembatan telah melalui pembaruan desain bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Bentang bebas jembatan direncanakan dinaikkan menjadi 18 meter agar tidak menghambat lalu lintas angkutan di Sungai Mahakam.
Jembatan ATJ memiliki panjang sekitar 1.030 meter, terdiri atas bentang utama sepanjang 680 meter dan jalan pendekat di kedua sisi sepanjang 350 meter. Infrastruktur tersebut nantinya menjadi akses penting menuju Kecamatan Mook Manaar Bulatn serta memperkuat konektivitas wilayah Kutai Barat. (rud/kp/adv/diskominfoKubar)












