Mahasiswa Penyinggahan Terkendala Jalan Terputus, Kuliah di Tenggarong dan Samarinda

Jalan 7 km terputus akibat ditumbuhi semak belukar dari Kampung Minta-Bakung-Loa Deras dan akses ke Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai.

SENDAWAR, KALTIM PERS – Banyak mahasiswa dari sejumlah kampung di Kecamatan Penyinggahan, Kubar terkendala melanjutkan pendidikan universitas di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Samarinda. Karena akses darat terputus. Terpaksa menggunakan jasa ketinting ke Muara Muntai dilanjutkan menumpang feri penyeberangan dilanjutkan jalan darat trans Kalimantan.

“Mahasiswa yang membawa sepeda motor harus menumpang feri penyeberangan membayar Rp150 ribu. Kasihan juga anak-anak mahasiswa ini. Para mahasiswa ini kerap pulang karena ada pekerjaan di kampung. Jadi kita melihatnya prihatin juga,” ungkap Edy Murhamdi, Camat Penyinggahan, kepada media ini, Senin, 22 Juni 2026.

Badan jalan terputus itu kata Edy, akibat ditumbuhi semak belukar jika estimasi total panjangnya 7 km. Terputus akibat semak belukar itu diantara Kampung Minta-Bakung-Loa Deras dan akses ke Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai. “Sempat diusulkan sebelumnya, diperlukan anggaran sekitar Rp400-500 juta untuk pembersihan semak belukar yang menutup badan jalan tersebut. Diharapkan warga pada APBD Perubahan 2026,” terangnya. Akses jalan ke Muara Pahu sepanjang 23 km sebagian besar sudah disemenisasi melintasi Kampung Penyinggahan Ulu, Penyinggahan Hilir dan Tanjung Haur.

Hasil panen perikanan dan pertanian berupa labu, semangka, jagung dan lainnya juga mengalami kendala, terpaksa menggunakan kapal motor untuk dijual di sejumlah pasar di Sendawar, ibu kota kabupaten Kubar. Memakan waktu sekitar 5 jam menggunakan kapal motor. Jika ketinting sekitar 3 jam.

Sementara alternatif jalur darat dari Penyinggahan-Muara Pahu-Siluq Ngurai hingga ke ibu kota kabupaten terkendala akses jalan yang rusak. Khususnya akses jalan trans Kalimantan dari Siluq Ngurai ke ibu kota kabupaten. Sehingga memakan waktu sekitar 3 jam.

Menurut Edy, sangat mendukung wacana pembangunan jalan poros tengah dari Sendawar-Muara Pahu-Penyinggahan dan Muara Muntai, Kukar hingga jalan trans Kalimantan. Khususnya pembukaan jalan dari Manau, Kampung Gunung Bayan-Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu. “Kami sangat mendukung sekali jika jalan itu diwujudkan. Karena akan memperpendek jarak tempuh dari dan ke ibu kota kabupaten. Selama ini warga Penyinggahan harus memutar jauh dulu ke Siluq Ngurai,” kata mantan Camat Muara Lawa. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *