KUTAI BARAT, KALTIM PERS — Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat melakukan monitoring kesehatan ikan dan pengukuran kualitas air di Sungai Beloan, Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak perubahan kondisi lingkungan terhadap keberlangsungan usaha budidaya perikanan masyarakat.
Monitoring dilakukan oleh Leli, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kutai Barat, bersama petugas teknis. Selain mengambil sampel dan mengukur kualitas air di sejumlah titik, petugas juga melakukan tatap muka dengan dua kelompok pembudidaya ikan, yakni Kelompok Beloan Berjaya 1 dan Beloan Berjaya 2.

Berdasarkan hasil pengukuran, kadar oksigen terlarut (DO) di bagian hulu sungai tercatat sekitar 5,02 mg/L berdasarkan dokumentasi alat ukur, sedangkan di bagian hilir mencapai 2,41 mg/L. Pengukuran sebelumnya juga mencatat pH air di bagian hulu sebesar 5,44 dan hilir 5,03. “Kondisi oksigen terlarut di bagian hilir dinilai kurang ideal bagi kehidupan ikan, terutama karena minimnya aliran air dan meningkatnya sedimentasi yang menyebabkan air semakin keruh,” kata Leli. Dinas Perikanan Kutai Barat berencana akan memberikan bantuan pakan ikan.
Kepala Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan kondisi kemarau yang menyebabkan debit air sungai menyusut menjadi ancaman bagi usaha budidaya ikan dalam keramba. Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan solusi jangka panjang, salah satunya pembangunan kolam budidaya sistem bioflok yang didukung sumber air dari sumur bor sehingga kegiatan budidaya tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sungai.
Selain itu, Rudy mengusulkan agar bantuan benih ikan lebih mengutamakan jenis ikan lokal, seperti gabus dan papuyu. Pola budidaya dengan masa panen lebih cepat juga perlu dipertimbangkan agar ikan dapat dipanen sebelum debit air kembali menurun saat kemarau. Melalui monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan kelompok pembudidaya tetap aktif serta memiliki alternatif usaha perikanan yang lebih tahan terhadap perubahan kondisi alam.(rud/KP)












