Sepuluh Hari Mengket Warga Abit yang Hilang, Cari ke Hutan dan Upacara Adat, tak Kunjung Ditemukan

KUTAI BARAT, KALTIM PERS— Pintu rumah itu masih menjadi bagian dari teka-teki hilangnya Mengket (70), warga RT 2 Kampung Abit, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita, keluarga mendapati pintu rumah Mengket dalam keadaan terbuka. Namun, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tidak berada di dalam rumah.

Semula, keluarga mengira Mengket sedang pergi ke rumah kerabat atau tetangga. Mereka menunggu hingga sore, berharap lelaki berusia 70 tahun itu kembali seperti biasa.

Namun, Mengket tak kunjung pulang.

Hari demi hari berlalu. Hingga Rabu (5/8/2026), keberadaannya belum diketahui.

Pencarian pun dilakukan. Keluarga bersama warga mendatangi rumah-rumah kerabat, menyisir kawasan sekitar kampung, masuk ke hutan, hingga memeriksa sejumlah sungai kecil.

Upacara adat juga telah dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar mencari keberadaan Mengket.

Namun, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Hilang Tanpa Ada yang Melihat

Keponakan Mengket, Ade Yudas, mengatakan keluarga kesulitan mendapatkan informasi mengenai keberadaan pamannya karena tidak ada orang yang mengetahui kapan tepatnya Mengket meninggalkan rumah.

Bahkan, keluarga tidak mengetahui pakaian yang dikenakan Mengket saat terakhir kali terlihat.

“Kami tidak tahu beliau memakai baju warna apa atau celana panjang maupun pendek saat keluar rumah. Tidak ada yang melihat,” kata Ade.

Keluarga hanya memiliki foto Mengket yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mengenali dirinya.

Pencarian kemudian diperluas. Rumah-rumah keluarga dan warga didatangi, termasuk di Kampung Muara Jawaq dan Kampung Tondoh.

“Semua keluarga dekat sudah kami tanyai, termasuk di Kampung Muara Jawaq dan Kampung Tondoh. Namun hasilnya nihil,” ujar Ade.

Karena pencarian secara mandiri belum menemukan hasil, keluarga meminta bantuan Polsek Melak dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat.

Tak Pernah Bepergian Jauh

Bagi keluarga, hilangnya Mengket menyisakan tanda tanya.

Selama ini, Mengket diketahui lebih banyak tinggal di rumah. Ia juga tidak pernah diketahui bepergian ke Samarinda ataupun daerah lainnya.

Mengket tinggal seorang diri setelah bercerai dengan istrinya. Ia juga tidak memiliki anak.

Karena itu, ketika keberadaannya tiba-tiba tidak diketahui, keluarga segera melakukan pencarian.

Hutan di sekitar kampung ikut disisir. Sungai-sungai kecil yang berada di sekitar permukiman juga diperiksa.

Namun, belum ada tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Mengket.

Sungai Mahakam Belum Disisir

Pencarian di Sungai Mahakam sejauh ini belum dilakukan.

Ade mengatakan kemungkinan Mengket tenggelam di sungai kecil di sekitar permukiman dinilai relatif kecil. Saat ini, kondisi sungai sedang surut akibat musim kemarau.

“Air sungai sedang dangkal. Kalau memang jatuh ke sungai kecil, seharusnya akan mudah terlihat,” katanya.

Meski demikian, keluarga tetap membuka berbagai kemungkinan. Pencarian terus diupayakan dengan menyisir lokasi-lokasi yang dianggap memungkinkan.

Keluarga Masih Menunggu

Sepuluh hari tanpa kabar membuat keluarga terus berada dalam penantian.

Tidak ada kepastian ke mana Mengket pergi pada pagi itu. Tidak ada pula warga yang melihat pakaian terakhir yang dikenakannya.

Yang tersisa bagi keluarga saat ini adalah foto Mengket dan harapan agar ada seseorang yang memiliki informasi mengenai keberadaannya.

Keluarga meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Mengket segera memberikan informasi kepada keluarga, aparat kepolisian, atau pemerintah Kampung Abit.

Informasi juga dapat disampaikan kepada keponakan Mengket, Ade Yudas, melalui nomor 0812-5793-9058.

Pencarian belum berhenti. Keluarga masih berharap, dari hutan, sungai, atau sudut lain di sekitar Kampung Abit, akan muncul petunjuk yang dapat menjawab ke mana Mengket pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *