Maulid Nabi di Muara Beloan, Kepala KUA Muara Pahu Ajak Orangtua Bimbing Anak Belajar Al-Quran

SENDAWAR, KALTIM PERS— Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muara Pahu, Hamli, mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah, meningkatkan ketaatan beribadah, serta memperkuat pendidikan agama dalam keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Hamli saat memberikan ceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Khairul Ummah, Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (27/8/2026). Hadir Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono, ketua BPK Herpandi, ketua Dewan Adat Rusli.

Dalam ceramahnya, Hamli menekankan bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak cukup sebatas kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan ibadah maupun membangun hubungan di tengah keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, pasangan suami istri memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Keluarga yang harmonis menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan memberikan pendidikan yang baik kepada anak.

Hamli juga mengingatkan para orangtua agar memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan Al-Quran bagi anak-anak.

Anak, kata dia, perlu terus dibimbing dan diberikan kesempatan untuk belajar membaca serta memahami Al-Quran. Pendidikan agama sejak dini penting sebagai bekal sekaligus bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus yang memiliki nilai keagamaan dan akhlak yang baik.

Orangtua Diminta Peduli kepada Pengajar Al-Quran

Selain mendampingi anak, Hamli mengajak orangtua dan masyarakat memberikan perhatian kepada para tenaga pendidik Al-Quran yang selama ini membimbing anak-anak di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Dukungan terhadap pendidikan Al-Quran, menurut dia, merupakan bagian dari amal sekaligus investasi dalam mempersiapkan regenerasi umat.

Karena itu, peran mendidik anak tidak hanya dibebankan kepada guru mengaji. Orangtua tetap memiliki tanggung jawab utama untuk mendampingi pendidikan agama anak di lingkungan keluarga.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba azan dan hafalan surah pendek yang diikuti anak-anak TPA Khairul Ummah.

Kegiatan lomba menjadi salah satu upaya mendorong anak-anak semakin mencintai kegiatan keagamaan dan bersemangat mempelajari Al-Quran sejak usia dini.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menerapkan keteladanannya dalam beribadah, membangun keluarga, mendidik anak, dan kehidupan bermasyarakat.

(rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *