SENDAWAR, KALTIM PERS – Jantur Mapan di Kampung Linggang Mapan, Kecamatan Linggang Bigung, kini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Kutai Barat. Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan, objek wisata air terjun tersebut juga mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sepekan, penerimaan retribusi Jantur Mapan tercatat dapat mencapai Rp3 juta, dengan tarif masuk hanya Rp5.000 per pengunjung.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan penerimaan dari Jantur Mapan direkap setiap pekan sebelum disetorkan ke kas daerah melalui Bankaltimtara.
“Kalau kita rekap per minggu, paling rendah itu sekitar Rp1,5 juta. Bahkan ada yang Rp2 juta sampai Rp3 juta,” kata Sumardi.
Tingginya penerimaan tersebut sejalan dengan besarnya animo masyarakat berkunjung ke Jantur Mapan. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau menjadi salah satu keunggulan dibandingkan sejumlah destinasi wisata alam lain di Kutai Barat.
Pengunjung tidak perlu menempuh perjalanan kaki yang panjang setelah tiba di area parkir. Air terjun berada relatif dekat dari akses utama, sehingga memungkinkan wisatawan singgah dengan mudah.
“Jantur Mapan memiliki kontribusi terhadap PAD dan kunjungannya juga yang terbesar karena berada di jalur yang sangat strategis. Orang bisa lewat dan singgah, dari parkir juga tidak jauh,” ujarnya. (man/KP)












