Diduga Tabrak Kayu, Hanya 20 Karung Berhasil Diselamatkan
SENDAWAR, KALTIM PERS— Kapal milik Badan Usaha Milik Kampung (BUMKA) Sebelang yang membawa sekitar 4,5 ton beras bantuan pangan Bulog tenggelam di perairan Sungai Kedang Pahu. Peristiwa itu terjadi di Teluk Anggi, Kampung Tanjung Laong RT 01, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Nahkoda dan dua anggota BUMKA Sebelang yang berada di atas kapal berhasil menyelamatkan diri.
Kasi Humas Polres Kutai Barat Iptu Sukoco mengatakan, kapal tanpa nama lambung itu sedang mengangkut bantuan pangan berupa beras dari Kampung Sebelang menuju Kampung Dasaq dan Kampung Jerang Melayu, Kecamatan Muara Pahu.
Namun, saat melintas di perairan Teluk Anggi, kapal diduga menghantam kayu yang berada di jalur pelayaran.
Nahkoda kapal berinisial Ad (54) kemudian memeriksa kondisi kapal. Dari pengecekan itu diketahui air mulai masuk melalui bagian buritan.
Melihat kondisi tersebut, Ad langsung mengarahkan kapal ke tepi sungai dan mengikatnya agar tidak hanyut terbawa arus.
Bersama dua anggota BUMKA Sebelang, yakni Fm (49) dan Rs (29), nahkoda berusaha menyelamatkan muatan beras.
Sayangnya, air terus memenuhi badan kapal. Ketiganya hanya mampu mengevakuasi sekitar 20 karung beras ke daratan sebelum kapal akhirnya tenggelam.
Sebagian besar muatan beras bantuan pangan Bulog masih berada di dalam kapal yang kini terendam di Sungai Kedang Pahu.
Polisi Datangi Lokasi
Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Muara Pahu bersama sejumlah personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari para saksi guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.
Selain itu, Polsek Muara Pahu akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi kapal BUMKA Sebelang yang masih berada di dalam sungai.
Kepolisian juga melakukan pendataan terhadap kondisi kapal dan jumlah beras bantuan pangan Bulog yang terdampak akibat insiden tersebut.
Hingga kini, nilai kerugian akibat tenggelamnya kapal belum dapat dipastikan. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kapal menabrak kayu di jalur pelayaran.
(rud/KP)












