SENDAWAR, KALTIM PERS— Pemerintah Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, mengoordinasikan penanganan kerusakan Jembatan Sungai Nabah. Jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting yang menunjang mobilitas warga menuju permukiman, lahan pertanian, perkebunan, hingga fasilitas umum.
Kepala Kampung Empakuq, Bernadus, mengatakan pembahasan mengenai penanganan jembatan telah dilakukan melalui rapat bersama sejumlah pihak di Kantor Kepala Kampung Empakuq pada 26 Juni 2026.
Rapat tersebut melibatkan Pemerintah Kampung Empakuq, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), lembaga adat, ketua RT, Pemerintah Kecamatan Melak, Dinas PUPR Kabupaten Kutai Barat, Polsek Melak, serta sejumlah perusahaan.
Perusahaan yang terlibat dalam pembahasan antara lain PT TCM, PT DMP, PT MBL, dan PT MKB.
Menurut Bernadus, koordinasi lintas pihak diperlukan karena kondisi Jembatan Sungai Nabah membutuhkan penanganan agar tetap aman digunakan masyarakat.
“Berdasarkan hasil rapat, kerusakan ditemukan pada bagian lantai jembatan serta sejumlah komponen penunjang lainnya. Kondisi itu dinilai perlu segera diperbaiki demi keselamatan pengguna sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga,” kata Bernadus.
Dalam rapat tersebut, Dinas PUPR Kutai Barat mengarahkan agar pelaksanaan perbaikan dikoordinasikan Pemerintah Kampung Empakuq sebagai pihak yang mengetahui kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah kampung selanjutnya menyusun kebutuhan material dan mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan-perusahaan terkait.
Sementara itu, pihak perusahaan akan melakukan survei lapangan dan verifikasi kebutuhan sebelum menentukan bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kemampuan dan kebijakan masing-masing perusahaan.
Rapat juga menetapkan Jones Silas dari PT TCM sebagai koordinator perbaikan Jembatan Sungai Nabah.
Perbaikan Dilakukan secara Swadaya dan Gotong Royong
Dalam tindak lanjut hasil rapat, pihak perusahaan meminta pelaksanaan perbaikan dilakukan secara swadaya dan gotong royong. Pemerintah kampung bersama perusahaan akan melanjutkan koordinasi terkait kebutuhan material, bentuk bantuan, dan mekanisme pelaksanaan pekerjaan.
Dinas PUPR Kutai Barat menyampaikan tidak dapat memberikan bantuan langsung dalam bentuk pelaksanaan maupun pendanaan perbaikan. Kendati demikian, Dinas PUPR dapat memberikan arahan teknis dan pola penanganan sebagai acuan dalam proses perbaikan.
Apabila penanganan jembatan nantinya membutuhkan perbaikan permanen atau menyangkut struktur untuk jangka panjang, usulan tersebut akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.
Seluruh peserta rapat sepakat bersama-sama mendukung dan mengawal proses perbaikan Jembatan Sungai Nabah. Perkembangan pelaksanaan pekerjaan juga akan dilaporkan kepada pihak terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban dan tindak lanjut.
Bernandus berharap koordinasi yang telah dibangun dapat mempercepat penanganan jembatan mengingat akses tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat Kampung Empakuq dan sekitarnya.
(rud/KP)












