SENDAWAR, KALTIM PERS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, masih berlangsung. Setelah dua hari terbakar, api dilaporkan mulai meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Muara Ohong.
Kapolsek Muara Pahu IPDA Dwi Yulistyono S.Pd menginformasikan perkembangan kebakaran tersebut kepada para petinggi kampung di wilayah yang berpotensi terdampak kepada beberapa kampung di wilayah Kecamatan Muara Pahu. Yakni Kampung Gunung Bayan, Tanjung Laung, Teluk Tempudau, Muara Baroh, dan Sebelang.
Berdasarkan laporan tersebut, api dari arah Muara Ohong ke barat telah menembus wilayah PT Longsum, tepatnya di kawasan kebun Tanjung Makmur.
Sementara itu, pergerakan api ke arah utara masih berada dalam radius sekitar 6 kilometer dari wilayah Teluk Tempudau dan Muara Baroh. Api juga dilaporkan bergerak menuju kawasan PT MHN.
“Kami mengimbau setiap kampung agar standby dan menyiapkan alat-alat pemadam yang dimiliki sebagai langkah antisipasi,” demikian imbauan dalam informasi yang disampaikan Kapolsek Muara Pahu.
Pemadaman terkendala medan gambut
Kebakaran di Muara Ohong sebelumnya dilaporkan mulai terjadi pada Rabu (12/8/2026) siang. Lokasi yang terbakar merupakan kawasan bekas rawa yang mengering.
Kondisi lahan gambut yang sulit dilalui menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Tidak tersedianya akses jalan darat maupun jalur air menuju titik api membuat petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran.
Kepala Kampung Muara Ohong, Aliansyah, mengatakan luas area yang terbakar masih sulit dipastikan. Namun, kebakaran disebut telah membentang hingga beberapa kilometer.
Pemadaman melalui jalur darat juga terkendala kondisi medan sehingga kendaraan roda dua maupun armada pemadam tidak dapat dengan mudah mencapai titik api.
Arah angin yang bertiup dari timur ke barat sebelumnya membuat api dan kabut asap belum bergerak ke arah permukiman warga. Meski demikian, meluasnya titik api membuat kewaspadaan di sejumlah kampung sekitar Muara Ohong perlu ditingkatkan.
Water bombing menjadi opsi
Dengan kondisi medan yang terisolasi, pemadaman dari udara atau water bombing menjadi salah satu opsi yang diharapkan dapat dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono sebelumnya mengatakan karhutla di Muara Ohong masih berpotensi meluas karena kondisi cuaca kering dan karakteristik lahan gambut.
Menurut Yudianto, BPBD Kutai Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur terkait perkembangan kebakaran serta kendala akses menuju lokasi.
Intervensi udara dinilai dapat menjadi pilihan apabila upaya penyekatan dan pemadaman dari darat tidak memungkinkan dilakukan secara optimal.
Sementara itu, dengan adanya laporan pergerakan api ke arah barat dan utara, kampung-kampung yang berada di sekitar wilayah terdampak diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan peralatan pemadam yang tersedia siap digunakan sewaktu-waktu.(rud/KP)












