SENDAWAR, KALTIM PERS – Sebuah rumah kayu di RT 1 Kampung Bentas, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, ludes terbakar pada Jumat malam, 10 Juli 2026, sekitar pukul 19.20 Wita. Dua penghuni rumah, pasangan suami istri (pasutri) mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan di Puskesmas Siluq Ngurai.
Kepala Kampung Bentas, Abet Nego, mengatakan pemilik rumah, Din, 58 tahun, mengalami luka bakar pada bagian perut saat berusaha memadamkan api. Sementara istrinya, Narti, 46 tahun, sempat pingsan akibat kejadian tersebut dan baru sadar pada Sabtu, 11 Juli 2026. Dua anak mereka berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter itu habis dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Hanya satu unit sepeda motor dan beberapa lembar pakaian yang berhasil diselamatkan.
Api baru dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah warga bergotong royong melakukan pemadaman. Sebuah truk pemadam kebakaran dari Kecamatan Siluq Ngurai kemudian tiba untuk membantu mengendalikan api.
Abet mengatakan, berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas dari tabung LPG 3 kilogram saat Narti hendak memasak di dapur. Gas yang bocor diduga tersulut percikan dari lampu penerangan di dapur sehingga api dengan cepat membakar dinding rumah yang seluruhnya berbahan kayu.
“Korban sempat berusaha memadamkan api, tetapi kobaran semakin besar hingga akhirnya mereka memilih menyelamatkan diri bersama kedua anaknya,” kata Abet.
Saat ini, keluarga korban masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lokasi kebakaran. Menurut Abet, mereka belum diperbolehkan tinggal di rumah kerabat karena harus menjalani prosesi adat setempat selama tiga hingga tujuh hari.
“Setelah prosesi adat selesai, korban baru diperbolehkan menempati rumah lain,” ujarnya.
Abet menambahkan, setelah masa adat berakhir, keluarga Din akan menempati rumah kedua miliknya yang berada di RT 2 Kampung Bentas. Din diketahui memiliki dua rumah yang bekerja di perkebunan kelapa sawit, sementara rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal utama keluarga. (rud/KP)












