Mesin Pembangkit 5 MW mulai Peroperasi, PLN Targetkan Pemadaman Bergilir di Kubar Berakhir Jika Tanpa Gangguan lainnya

KUTAI BARAT, KALTIM PERS – Pengoperasian mesin pembangkit listrik berkapasitas 5 megawatt (MW) menjadi harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat. PT PLN (Persero) menargetkan tambahan daya tersebut dapat mengakhiri pemadaman listrik bergilir yang selama ini terjadi akibat keterbatasan pasokan listrik.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Agung Putra Raharjo, memberikan sinyal positif terkait kemungkinan berakhirnya pemadaman bergilir setelah enam unit mesin pembangkit dengan kapasitas total 5 MW tersebut dioperasikan. “Insya Allah,” ujar Agung saat dikonfirmasi media ini, Minggu (1/11/2026).

Sebelumnya, PLN ULP Melak melaksanakan pemadaman listrik sementara di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Pemadaman tersebut dilakukan untuk mendukung pekerjaan energize atau penyambungan pembangkit berkapasitas 5 MW ke dalam sistem kelistrikan Kutai Barat.

Agung menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sekaligus penguatan sistem kelistrikan di wilayah Kutai Barat. Dengan adanya tambahan kapasitas pembangkit, PLN diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, khususnya di kawasan ibu kota kabupaten dan wilayah sekitarnya.

Berdasarkan pengumuman PLN ULP Melak, wilayah yang terdampak pemadaman meliputi Kecamatan Tering, Mook Manaar Bulatn, Bentian Besar, Muara Lawa, Melak, Sekolaq Darat, Damai, Barong Tongkok, Nyuatan, Linggang Bigung, serta Kampung Jerang Dayak dan Long Iram Seberang.

Adapun pekerjaan teknis meliputi penyambungan mesin pembangkit ke sistem kelistrikan, pengujian dan uji operasi (test running), pengaturan serta pengujian sistem proteksi, hingga sinkronisasi dengan mesin pembangkit yang telah beroperasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unit dapat bekerja secara terintegrasi dan aman.

PLN menyebutkan, pemadaman sementara diperlukan agar pekerjaan teknis dapat dilaksanakan dengan aman. Selama proses berlangsung, area pembangkit harus berada dalam kondisi bebas tegangan demi melindungi keselamatan petugas serta menjaga keamanan sistem kelistrikan.

Dengan beroperasinya tambahan pembangkit 5 MW tersebut, masyarakat kini menantikan realisasi target PLN untuk mengakhiri pemadaman bergilir di Kutai Barat. PLN ULP Melak juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta meminta dukungan masyarakat terhadap proses penguatan sistem kelistrikan. (rud/KP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *